
Radar Surabaya – Pasar Ngasem menjadi salah satu pasar tradisional di Surabaya yang memiliki karakteristik berbeda dibanding pasar pada umumnya. Jika kebanyakan pasar beroperasi sejak pagi hingga siang bahkan sore hari, aktivitas jual beli di Pasar Ngasem hanya berlangsung sekitar tiga jam setiap harinya.
Sejak pagi buta, para pedagang mulai menata dagangan dan bersiap melayani pembeli yang datang. Dalam waktu singkat, suasana pasar langsung dipadati warga yang berburu berbagai kebutuhan sehari-hari.
Waktu operasional yang terbatas membuat ritme aktivitas di pasar ini berjalan lebih cepat. Para pedagang dituntut memaksimalkan waktu berjualan, sementara pembeli harus datang pada jam-jam tertentu agar tidak kehabisan waktu berbelanja.
Kondisi tersebut menjadikan Pasar Ngasem memiliki keunikan tersendiri di tengah banyaknya pasar tradisional di Kota Pahlawan yang umumnya beroperasi lebih lama, bahkan hingga sore atau malam hari.
Meski hanya buka sekitar tiga jam, roda perekonomian di pasar tetap berjalan dinamis. Beragam kebutuhan rumah tangga diperjualbelikan setiap hari dan menjadi sumber penghidupan bagi para pedagang yang telah lama menggantungkan usaha mereka di lokasi tersebut.
Tak hanya menjadi pusat transaksi ekonomi, Pasar Ngasem juga berfungsi sebagai ruang interaksi sosial masyarakat. Kedekatan antara pedagang dan pelanggan membuat proses jual beli berlangsung cepat, efisien, dan penuh keakraban.
Keberadaan pasar dengan jam operasional singkat ini menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi tidak selalu ditentukan oleh lamanya waktu berjualan. Dengan pola yang telah dipahami masyarakat, Pasar Ngasem tetap mampu menjalankan fungsinya sebagai salah satu pusat perdagangan yang penting bagi warga sekitar.
Di tengah perkembangan pusat perbelanjaan modern, Pasar Ngasem masih mempertahankan ciri khasnya dan menjadi bagian dari denyut ekonomi tradisional yang terus bertahan di Surabaya. (rin/fir)
Editor : M Firman Syah