Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Ratusan Massa Rakyat Surabaya Menggugat Gelar Unjuk Rasa di Grahadi, Serukan Sembilan Tuntutan

Andy Satria • Senin, 22 Juni 2026 | 19:04 WIB
MENUNTUT: Massa dari Rakyat Surabaya Menggugat menggelar unjuk rasa di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)
MENUNTUT: Massa dari Rakyat Surabaya Menggugat menggelar unjuk rasa di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA - Ratusan massa yang tergabung dalam gerakan Rakyat Surabaya Menggugat menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (22/6) sore. Aksi diawali dengan long march dari kawasan monumen Bambu Runcing menuju Gedung Negara Grahadi. 

Sepanjang perjalanan, peserta aksi berjalan tertib sambil menyuarakan berbagai keresahan sosial, ekonomi, dan lingkungan yang mereka nilai belum mendapat perhatian serius dari pemerintah.

Suasana aksi berlangsung berbeda. Sejumlah peserta membawa panci dan sendok kayu yang dipukul secara bergantian untuk menghasilkan bunyi nyaring. Aksi simbolik tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kondisi ekonomi yang dinilai semakin berat.

Baca Juga: Dirut PLN Minta Maaf Terkait Pemadaman Bergilir seusai Bertemu Presiden Prabowo

Juru Bicara Rakyat Surabaya Menggugat, Miftahur Rohma, mengatakan terdapat sembilan poin tuntutan yang dibawa dalam aksi tersebut.

Menurutnya, sejumlah persoalan yang menjadi perhatian massa antara lain kenaikan harga kebutuhan pokok, krisis lingkungan hidup, hingga perampasan ruang hidup masyarakat.

Selain itu, massa juga menyoroti semakin terbatasnya peluang kerja setelah disahkannya Undang-Undang Polri yang dinilai membuka peluang lebih besar bagi aparat untuk menduduki jabatan sipil.

MENYUARAKAN: Berbagai poster sebagai bentuk protes dibawa saat aksi unjuk rasa di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)
MENYUARAKAN: Berbagai poster sebagai bentuk protes dibawa saat aksi unjuk rasa di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

"Legitimasi Prabowo-Gibran sudah cacat. Lalu juga kegagalan terhadap masyarakat rentan, oligarki di mana-mana, serta banyak rakyat sipil yang kehilangan ruang hidup dan lahan penghidupannya," ujar Miftahur. 

Ia menambahkan, kelompoknya menilai pemerintah belum mampu menjamin kesejahteraan masyarakat, khususnya kelompok rentan.

Karena itu, melalui aksi tersebut, massa menyampaikan tuntutan agar Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, mengundurkan diri dari jabatannya.

Baca Juga: Norwegia vs Senegal: Pertarungan Hidup-Mati, Haaland Bisa Jadi Mimpi Buruk Lions of Teranga

"Memang seharusnya Prabowo-Gibran turun karena telah gagal secara konstitusi untuk menjamin kesejahteraan semua masyarakat, terutama masyarakat sipil, perempuan miskin kota, penyandang disabilitas, serta dosen dan akademisi yang selalu direpresi," tegasnya.

Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat kepolisian ini, berjalan tertib dan belum dilaporkan adanya insiden yang mengganggu keamanan. (sam/gun)

 

Editor : Guntur Irianto
#demo grahadi #unjuk rasa grahadi #demo di surabaya #tuntutan #Prabowo Gibran