RADAR SURABAYA - Pelatih cabor menembak JL, 40, terlapor kasus dugaan pelecehan seksual terhadap anak didiknya ditetapkan tersangka. Ia ditahan oleh penyidik Satres PPA dan PPO Polrestabes Surabaya.
Pelatih menembak yang tinggal di kawasan Jalan Darmo Satelit Surabaya itu sudah ditahan di Mapolrestabes Surabaya. "Sudah tersangka dan ditahan sejak Selasa (16 Juni 2026)," kata Kasatres PPA dan PPO Polrestabes Surabaya Kompol Melatisari, Senin (22/6).
Kompol Melati menjelaskan, tersangka JL dikenakan pasal 415 huruf b Undang-undang (UU) RI No. 1 tahun 2023 tentang KUHP dan atau pasal 6 huruf c Jo pasal 15 ayat 1 huruf b dan huruf g UU RI No.12 tentang tindak pidana kekerasan seksual (TPKS). "(Motifnya) nafsu," terangnya.
Kronologi Pelecehan Seksual Pelatih Menembak di Suranaya
Diberitakan, sebelumnya, Mawar (nama samaran) seorang anak di bawah umur di Surabaya menjadi korban dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh JL, 40, pelatih menembak di Surabaya.
Kasus dugaan pelecehan itu sudah dilaporkan orang tua korban ke Satres PPA dan PPO Polrestabes Surabaya.
Baca Juga: Banyak Anak Muda Pilih Fokus Karier Ketimbang Percintaan
Ayah korban JF, 37, menceritakan kasus tersebut terkuak setelah anaknya dalam waktu belakangan ini tiba-tiba minta keluar dari tempat latihan menembak. JF pun melarang anaknya untuk keluar dan meminta anaknya untuk tetap latihan menembak. Sebab dalam waktu dekat akan ada seleksi Pra Pon dan Porprov.
Pihaknya sempat menanyakan lebih dalam ke anaknya apakah ada masalah atau kendala saat di latihan. Namun, mulanya sang anak tidak mau berterus terang. "Akhirnya dia tertekan, cerita nggak berani ke saya langsung, ke mamanya pada Senin malam jam 9 malam. Mamanya telpon saya, ada pelecehan itu tadi," ujarnya ditemui Radar Surabaya di Mapolrestabes Surabaya, Rabu (10/6).
Baca Juga: Bukan Cuma Cari Keringat, Lari Kini Jadi Ajang OOTD bagi Gen Z Surabaya
JF menjelaskan, pelecehan yang dialami anaknya terjadi di lapangan tembak kawasan Jalan Gajah Mada, Surabaya dan hotel Jalan Diponegoro. Modusnya, pelaku JL memberikan hukuman apabila magazine jatuh atau sasaran terlewat satu.
"Tiap kali magazine jatuh atau sasaranya terlewat satu itu pasti ada hukuman di situlah dia memanfaatkan hukuman itu tadi. Entah dipegang-pegang atau dicium atau dirangkul itu. Kejadian di lapangan itu," ungkapnya. (rus/gun)
Editor : Guntur Irianto