Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Prakiraan Cuaca Surabaya, Senin 22 Juni 2026: Siang Panas Terik hingga 32 Derajat Celsius

Lambertus Hurek • Senin, 22 Juni 2026 | 01:41 WIB

Ilustrasi cuaca panas siang hari di perkotaan. (AI)

Ilustrasi cuaca panas siang hari di perkotaan. (AI)

 

RADAR SURABAYA - Warga Surabaya diimbau mewaspadai potensi hujan ringan disertai petir pada pagi hari, Senin (22/6/2026), sebelum cuaca berangsur cerah hingga sore. Suhu udara juga diperkirakan cukup panas pada siang hari. Namun malam hari terasa lebih sejuk akibat fenomena bediding yang mulai dirasakan di Jawa Timur.

Berdasarkan prakiraan cuaca, kondisi udara pada dini hari hingga pagi sekitar pukul 04.00–09.00 WIB didominasi cuaca berawan dengan potensi hujan ringan dan petir terisolasi. Suhu udara berkisar 26–30 derajat Celsius dengan kelembapan tinggi antara 76 hingga 93 persen.

Baca Juga: IPSI Jatim Bidik 4 Emas di PON 2028, 40 Atlet Disiapkan Lewat Standarisasi Latihan

Memasuki pukul 10.00 WIB, cuaca di Surabaya diperkirakan mulai cerah. Sinar matahari akan mendominasi hingga sore hari dengan suhu udara mencapai puncaknya pada kisaran 32 derajat Celsius. Suhu yang dirasakan bahkan bisa menyentuh 39 derajat Celsius akibat paparan panas matahari langsung.

Kecepatan angin sepanjang hari berada di kisaran 11–19 kilometer per jam. Kondisi ini membuat cuaca siang terasa cukup terik, terutama pada aktivitas luar ruangan antara pukul 11.00 hingga 15.00 WIB.

Menjelang malam, cuaca diprakirakan cerah hingga dini hari Selasa (23/6/2026). Suhu udara perlahan turun ke kisaran 26–29 derajat Celsius, menciptakan suasana yang lebih sejuk dibanding beberapa pekan sebelumnya.

Kondisi malam yang terasa lebih dingin ini berkaitan dengan fenomena bediding yang mulai terjadi di sejumlah wilayah Jawa Timur. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan, bediding merupakan fenomena khas musim kemarau ketika suhu udara pada malam hingga dini hari terasa lebih dingin dari biasanya.

Baca Juga: 80 Tahun CLS Surabaya Dirayakan Besar-besaran, 60 Tim dari 3 Negara Bersaing!

Fenomena ini terjadi karena lapisan awan cenderung tipis atau bahkan minim, sehingga panas permukaan bumi lebih cepat dilepaskan ke atmosfer pada malam hari. Selain itu, pengaruh angin monsun Australia yang membawa massa udara kering dan dingin turut memperkuat penurunan suhu udara di wilayah Jawa Timur, termasuk Surabaya.

Meski malam terasa dingin, suhu siang hari tetap relatif panas karena langit cerah memungkinkan radiasi matahari masuk secara maksimal ke permukaan bumi.

Masyarakat diimbau tetap menjaga kondisi tubuh di tengah perubahan suhu yang cukup kontras antara siang dan malam. Konsumsi air yang cukup saat siang hari serta menjaga kehangatan tubuh pada malam hingga dini hari menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan. (*)

Editor : Lambertus Hurek
#surabaya #Prakiraan Cuaca #monsun australia #BMKG #bediding