Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Seminar Ekonomi, Unair Soroti SDM dan Digitalisasi untuk Transformasi Koperasi Ritel

Rahmat Sudrajat • Jumat, 19 Juni 2026 | 16:19 WIB
SEMINAR KOPERASI: Kadis Koperasi dan UKM Jawa Timur Endy Alim Abdi Nusa (kiri) dan Pakar Manajemen Pemasaran FEB Unair Prof. Gancar Candra Premananto (dua dari kanan) menjadi narasumber dalam seminar transformasi koperasi di Plaza Unair, Kampus C Unair Surabaya, Kamis (18/6). (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)
SEMINAR KOPERASI: Kadis Koperasi dan UKM Jawa Timur Endy Alim Abdi Nusa (kiri) dan Pakar Manajemen Pemasaran FEB Unair Prof. Gancar Candra Premananto (dua dari kanan) menjadi narasumber dalam seminar transformasi koperasi di Plaza Unair, Kampus C Unair Surabaya, Kamis (18/6). (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA – Program Studi Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (FEB Unair) menggelar seminar ekonomi bertajuk "Transformasi Koperasi Ritel Menjadi Koperasi Modern di Era Ekonomi Digital" di Plaza Unair, Kampus C, Kamis (18/6).

Kegiatan ini menghadirkan empat narasumber, yaitu Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Timur Endy Alim Abdi Nusa, Pakar Manajemen Pemasaran FEB Unair Prof. Gancar Candra Premananto, Manajer Pengembangan K3PG Dwi Anggraini Futurhesa, serta CEO dan Founder Kasir Pintar Didit Sepiyanto.

Baca Juga: Video Dugaan Mahasiswa Berbuat Asusila di Ruang Kelas Unair Viral, Kampus Bentuk Komisi Etik Usut Kasus

Seminar tersebut menjadi wadah diskusi mengenai tantangan dan peluang koperasi dalam menghadapi perubahan pola bisnis di era digital.

Pakar Manajemen Pemasaran FEB Unair, Prof. Gancar Candra Premananto, mengemukakan bahwa tantangan terbesar koperasi saat ini terletak pada kesiapan sumber daya manusia (SDM), khususnya manajer dan staf, dalam merespons perubahan yang terjadi secara cepat.

Baca Juga: Kebakaran Rumah Sakit Jadi Alarm Keras, Pakar Unair Tegaskan Pentingnya Penerapan K3 dan Kesiapsiagaan Bencana

Menurut dia, koperasi harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), hingga perubahan perilaku konsumen yang kini semakin mengandalkan platform digital.

"Koperasi tidak bisa lagi menjalankan bisnis secara konvensional. Mereka harus bertransformasi dan mampu mengakomodasi transaksi maupun layanan berbasis digital agar tidak ditinggalkan konsumen," ujarnya.

Baca Juga: Rektor PTN Se-Indonesia Berkumpul di Unair, Bahas Strategi Hadapi Tantangan Pendidikan Masa Depan

Selain digitalisasi, Prof. Gancar menilai kemampuan manajerial dan tata kelola keuangan menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan koperasi. Besarnya dana yang dikelola koperasi harus diimbangi dengan kompetensi pengelolaan yang memadai agar terhindar dari risiko penyalahgunaan dan ketidakefisienan.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Prof. Gancar mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah, praktisi, dan akademisi. Salah satu gagasan yang tengah dikembangkan adalah pelibatan akademisi sebagai dewan pakar atau pendamping koperasi yang bertugas memberikan konsultasi, pelatihan, hingga pemantauan secara berkelanjutan.

Baca Juga: Unair Pastikan 2.771 Mahasiswa Baru Jalur SNBT Bebas Perjokian, Seleksi Mandiri Diperketat

"Kolaborasi ini penting agar koperasi tidak hanya mendapatkan pelatihan, tetapi juga pendampingan secara berkelanjutan sehingga mampu tumbuh dan berkembang secara sehat," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Timur, Endy Alim Abdi Nusa, mengatakan pihaknya terus mempersiapkan SDM untuk mengelola Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Baca Juga: Wamenkes Datangi FK Unair Surabaya, Fokus Berantas TBC dan Perkuat Riset Kesehatan NasionalMenurut Endy, pengembangan KDMP sejalan dengan program pemerintah pusat yang mendorong koperasi agar tidak hanya bergerak di sektor simpan pinjam, tetapi juga merambah sektor produksi, konsumsi, dan usaha produktif lainnya.

"Kami saat ini mendapat penugasan untuk mengembangkan Koperasi Desa Merah Putih. Momentum ini sangat tepat untuk menjelaskan bahwa koperasi memiliki spektrum usaha yang sangat luas dan harus dikelola secara modern serta profesional," ujarnya.

Endy mengakui bahwa rendahnya minat generasi muda terhadap koperasi masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu segera diselesaikan. Karena itu, Dinkop UKM Jatim menggandeng berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi, untuk meningkatkan literasi koperasi di kalangan anak muda.

"Keterlibatan generasi muda dalam kepengurusan Koperasi Desa Merah Putih sudah mulai terlihat. Kami berharap mereka dapat menghadirkan inovasi dan semangat baru dalam pengembangan ekonomi desa," katanya.

Hingga saat ini, tercatat sebanyak 1.097 Koperasi Desa Merah Putih telah beroperasi di Jawa Timur. Dari jumlah tersebut, sebanyak 530 koperasi telah memiliki gerai usaha dan fasilitas pendukung yang diresmikan pemerintah pusat. Menurut Endy, tantangan berikutnya adalah memastikan seluruh fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan.

Ia menambahkan, setiap KDMP diproyeksikan memiliki sekitar 17 tenaga kerja yang berasal dari masyarakat setempat. Sementara itu, posisi manajer akan diisi tenaga profesional dengan minimal pendidikan sarjana yang direkrut melalui mekanisme khusus bersama BUMN.

"Manajer harus memiliki kompetensi yang sesuai dengan bidang tugasnya agar mampu mengelola koperasi secara profesional," tegasnya. Melalui seminar ini, Universitas Airlangga berharap transformasi koperasi menuju ekosistem bisnis modern dapat berjalan lebih cepat melalui penguatan SDM, digitalisasi layanan, dan kolaborasi lintas sektor. (sam/rak)

Editor : Vega Dwi Arista
#ekonomi #ritel #Unair #koperasi #seminar