Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Responden Pertama, Cak Eri Ajak Warga Surabaya Ikut Sensus Ekonomi

Dimas Mahendra • Kamis, 18 Juni 2026 | 20:48 WIB
KOOPERATIF: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menempelkan stiker usai menjadi responden pertama sensus ekonomi yang dilakukan BPS.(IST/RADAR SURABAYA)
KOOPERATIF: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menempelkan stiker usai menjadi responden pertama sensus ekonomi yang dilakukan BPS.(IST/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengajak warga Kota Pahlawan untuk tidak jenuh mengikuti pendataan sensus ekonomi yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS). Menurutnya, data yang akurat menjadi kunci agar bantuan pemerintah tepat sasaran dan kondisi ekonomi masyarakat dapat dipetakan secara lebih transparan.

Ajakan itu disampaikan Eri usai dirinya bersama keluarga menjadi responden Sensus Ekonomi 2026. Tiga petugas BPS didampingi Kepala BPS Kota Surabaya Arrief Chandra Setiawan mendatangi rumah dinas wali kota di Jalan Sedap Malam.

Eri mengatakan, sensus ekonomi menjadi instrumen penting untuk mengetahui kondisi perekonomian masyarakat secara riil. Pendataan tidak hanya mencakup jumlah anggota keluarga, tetapi juga berbagai aset dan kondisi ekonomi rumah tangga.

Baca Juga: Kenang Korban, Kakak Korban Pembacokan di Jalan Sumatera Surabaya Ungkap Sang Adik Cinta Persebaya

"Alhamdulillah malam hari ini ada sensus ekonomi yang dilakukan BPS. Jadi teman-teman menanyakan apa yang ada di dalam rumah, salah satu contohnya," kata Eri.

Menurutnya, hasil pendataan akan menggambarkan posisi ekonomi setiap rumah tangga berdasarkan kelompok desil. Karena itu, pembaruan data secara berkala diperlukan agar pemerintah memiliki basis data yang sesuai dengan kondisi terkini masyarakat.

"Jadi ini menunjukkan tingkat perekonomian dari setiap rumah, apakah masuk desil 1, 2, 3, 4, 5 atau 6," ujarnya.

Baca Juga: Pelajar Dibacok di Jalan Sumatera Surabaya, Diduga Hendak Lerai Keributan, Satu Korban Teman Aldo Kritis

Eri mengakui sebagian masyarakat mungkin merasa bosan karena sering menjadi objek pendataan. Namun, ia menegaskan pembaruan data menjadi kebutuhan penting agar kebijakan pemerintah, terutama penyaluran bantuan sosial, dapat lebih tepat sasaran.

"Updating data itu memang harus dilakukan beberapa kali agar memastikan ketika yang menerima bantuan itu adalah tepat sasaran," katanya.

Atas nama Pemkot Surabaya, Eri juga meminta masyarakat menerima petugas BPS dan memberikan informasi yang dibutuhkan secara terbuka.

Baca Juga: Polemik Lahan Bethany Menemui Titik Terang, DPRD Surabaya Kawal Solusi Damai untuk Warga dan Jemaat

"Saya nyuwun ngapuro kepada warga Surabaya. Mohon ikhlas hatinya, ketika teman-teman BPS datang melakukan sensus ekonomi, nyuwun tolong dijawab. Agar pergerakan ekonomi Kota Surabaya bisa diketahui dan siapa yang berhak menerima bantuan menjadi semakin transparan," pesannya.

Sementara itu, Kepala BPS Kota Surabaya Arrief Chandra Setiawan mengatakan Sensus Ekonomi 2026 menargetkan seluruh pelaku usaha di Kota Pahlawan, mulai perusahaan besar hingga UMKM. Tercatat ada sekitar 1.402 usaha besar dengan omzet di atas Rp 50 miliar, sekitar 13 ribu usaha menengah, dan sekitar 490 ribu UMKM yang menjadi sasaran pendataan.

Untuk mendukung pelaksanaan sensus, BPS Surabaya menerjunkan sekitar 1.980 petugas dan pengawas. Pendataan telah dimulai sejak 1 Mei 2026, sedangkan metode door to door berlangsung pada 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.

Baca Juga: Lombok 360 Jadi Daya Tarik MAXi Tour Boemi Nusantara, Peserta Jelajahi Keindahan Alam dan Budaya NTB

Hingga pertengahan Juni, pendataan terhadap perusahaan besar telah menjangkau sekitar 800 perusahaan. Sedangkan dalam dua hari pertama pendataan langsung ke lapangan, sebanyak 8.000 pelaku usaha telah berhasil didata.

Arrief mengakui tantangan terbesar di lapangan adalah kejenuhan responden yang merasa terlalu sering didata. Meski demikian, ia optimistis target sensus dapat tercapai berkat pendekatan persuasif dan dukungan dari Pemkot Surabaya.

"Ada beberapa yang mengalami respondent burden atau bosan karena merasa didata terus. Tetapi dengan pendekatan-pendekatan yang dilakukan serta dukungan dari Pemkot Surabaya, insyaallah seluruh data yang dibutuhkan dapat kami peroleh," pungkasnya. (dim/gun)

 

Editor : Guntur Irianto
#Sensus Ekonomi 2026 #pendataan #bps #wali kota surabaya #Eri Cahyadi