RADAR SURABAYA - Cuaca di Kota Surabaya pada Senin (15/6/2026) diprakirakan didominasi kondisi cerah sejak pagi hingga malam hari. Suhu udara berkisar antara 26 hingga 32 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan relatif tinggi pada pagi dan malam hari.
Berdasarkan prakiraan cuaca, langit Surabaya sudah cerah mulai pukul 05.00 WIB dengan suhu 26 derajat Celsius. Memasuki pagi hingga siang hari, cuaca tetap cerah dan panas. Suhu udara terus meningkat hingga mencapai puncaknya sekitar 32 derajat Celsius pada pukul 12.00 hingga 15.00 WIB.
Baca Juga: DPRD Jawa Timur Belum Boleh Kunker ke Luar Negeri, Hanya Mengharap Undangan Eksekutif
Meski suhu udara maksimum tercatat 32 derajat Celsius, suhu yang dirasakan masyarakat dapat mencapai 37 hingga 38 derajat Celsius pada siang hari akibat pengaruh radiasi matahari dan kelembapan udara. Kondisi ini berpotensi menimbulkan rasa gerah, terutama bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan.
Kecepatan angin relatif rendah pada pagi hari, yakni sekitar 1 hingga 2 kilometer per jam. Angin kemudian bertiup lebih kencang pada siang hingga malam hari dengan kecepatan 8 hingga 13 kilometer per jam.
Peluang hujan sepanjang hari juga sangat kecil, hanya berkisar 7 hingga 11 persen. Kondisi tersebut membuat Surabaya diprakirakan menikmati cuaca cerah tanpa gangguan hujan dari pagi hingga malam.
Baca Juga: Kacamata Pintar Berbasis AI Bantu Penanganan Darurat Medis Tunanetra
Meski demikian, warga yang tinggal di kawasan pesisir tetap perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir rob. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat fase Bulan Baru akan terjadi pada Senin, 15 Juni 2026, pukul 09.54 WIB. Fenomena astronomi ini dapat memengaruhi kenaikan muka air laut di sejumlah wilayah pesisir.
Akibatnya, terdapat potensi terjadinya banjir pesisir atau rob di beberapa kawasan pantai Surabaya. Wilayah yang perlu mewaspadai genangan air laut antara lain kawasan Kali Lamong dan Kalianak, Greges, Kalimas Baru, Bulak, Kenjeran, hingga kawasan Pantai Timur Surabaya.
Masyarakat yang beraktivitas di pelabuhan, tambak, permukiman pesisir, maupun pengguna jasa transportasi laut diimbau untuk memantau informasi cuaca dan pasang surut air laut secara berkala. Warga juga diminta mengantisipasi kemungkinan genangan pada saat air laut mencapai pasang maksimum. (*)
Editor : Lambertus Hurek