Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Kacamata Pintar Berbasis AI Bantu Penanganan Darurat Medis Tunanetra

Rahmat Sudrajat • Minggu, 14 Juni 2026 | 15:36 WIB
MEDIS: Penyandang tunanetra (kanan) saat keluar dari ruang ujian. (RAHMAT SUDRAJAT/RADAR SURABAYA)
MEDIS: Penyandang tunanetra (kanan) saat keluar dari ruang ujian. (RAHMAT SUDRAJAT/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA - Mendapatkan pertolongan pertama saat mengalami kondisi darurat medis masih menjadi tantangan bagi penyandang disabilitas netra. Keterbatasan dalam mengenali lokasi maupun tingkat keparahan luka membuat mereka kerap membutuhkan bantuan orang lain.

Berangkat dari persoalan tersebut, mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) menghadirkan inovasi bernama NyxAId. Teknologi ini dirancang untuk membantu penyandang tunanetra mendapatkan akses pertolongan pertama secara mandiri melalui perpaduan aplikasi ponsel dan kacamata pintar berbasis kecerdasan buatan (AI-RAG).

Baca Juga: Tadarus Alquran dan Iqro dengan Braille, Semangat Mengaji Siswa Tunanetra di Surabaya

Inovasi NyxAId dikembangkan oleh tim mahasiswa yang terdiri dari Gressendy Zahwarani, Hannah Icasia Illine, Zalfa Zahira Febriyani, Shafrie Alvito Wimala Rasendrya, dan Muhammad Bariq Azka.

Ketua tim pengembang, Gressendy Zahwarani, mengatakan NyxAId hadir untuk memberikan layanan pertolongan pertama yang lebih inklusif sekaligus meningkatkan kemandirian medis penyandang tunanetra, terutama saat menghadapi situasi darurat.

Baca Juga: Joko Tingkir, Aplikasi Peringatan Dini Tsunami Ramah Tunanetra Buatan Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

“Kami ingin mengubah fungsi kacamata pintar yang selama ini lebih banyak digunakan sebagai alat bantu mobilitas atau navigasi menjadi perangkat deteksi medis yang mampu memindai luka secara visual,” ujar Gressendy, Minggu (14/6).

Ia menjelaskan, ide pengembangan NyxAId muncul dari pengamatan tim terhadap penyandang tunanetra yang beraktivitas secara mandiri di ruang publik. Ketika menghadapi kondisi darurat, mereka sering mengalami kesulitan mengetahui kondisi luka maupun menentukan tindakan yang harus dilakukan.

Baca Juga: Murid Tunanetra Surabaya Belajar Musik, Latih Kepekaan dari Suara Kentongan hingga Ukulele

Menurutnya, berbagai alat bantu yang tersedia saat ini masih berfokus pada navigasi, seperti tongkat pintar atau kacamata penunjuk arah. Namun, belum banyak teknologi yang secara khusus membantu mendeteksi cedera fisik.

“Kami melihat alat bantu yang ada saat ini masih sebatas membantu mobilitas. Karena itu, kami menghadirkan ekosistem digital yang dapat mendeteksi lokasi luka sekaligus memberikan panduan tindakan medis yang perlu dilakukan,” jelasnya.

Baca Juga: HAJI 2024: Cerita Kasiyo, Tukang Pijat Tunanetra Asal Bali 11 Tahun Wujudkan Impian ke Baitullah

NyxAId memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan berbasis LLM-RAG yang telah dikembangkan dengan referensi medis. Teknologi tersebut memungkinkan pengguna berkomunikasi secara interaktif melalui suara, sehingga penyandang tunanetra dapat memperoleh informasi penanganan sesuai kondisi luka yang dialami.

“Dengan sistem AI-RAG yang terverifikasi secara medis, pengguna maupun pendamping dapat memperoleh panduan pertolongan pertama secara cepat dan akurat melalui fitur pemindai luka, buku panduan suara, serta percakapan interaktif,” tuturnya.

Selain memberikan panduan penanganan awal, NyxAId juga dilengkapi fitur keadaan darurat. Jika sistem mendeteksi kondisi pengguna membutuhkan bantuan lebih lanjut, aplikasi dapat menghubungkan panggilan ke keluarga maupun fasilitas kesehatan terdekat.

Gressendy berharap inovasi tersebut dapat terus dikembangkan agar memberikan manfaat lebih luas, terutama dalam meningkatkan keamanan dan kemandirian medis penyandang tunanetra saat beraktivitas di ruang publik.

“Kami berharap NyxAId dapat terus dikembangkan sehingga mampu memberikan perlindungan yang lebih luas bagi kemanusiaan serta membantu penyandang tunanetra menjalani aktivitas dengan lebih aman dan mandiri,” pungkasnya. (rmt/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#AI #kacamata #darurat #tunanetra #medis