RADAR SURABAYA - Warga Surabaya perlu menyiapkan payung atau jas hujan saat beraktivitas pada Jumat (12/6/2026). Berdasarkan prakiraan cuaca, Kota Pahlawan berpotensi mengalami hujan ringan dengan intensitas rendah sejak pagi hingga malam hari.
Cuaca pada dini hari hingga pagi diperkirakan didominasi hujan sesaat disertai awan tebal. Suhu udara berada pada kisaran 25 derajat Celsius pada pukul 05.00 hingga 06.00 dengan kelembapan mencapai lebih dari 89 persen.
Memasuki pagi hingga siang hari, kondisi langit cenderung mendung. Hujan ringan masih berpotensi terjadi secara berkala. Suhu udara meningkat hingga mencapai 31 derajat Celsius pada pukul 10.00. Namun suhu yang dirasakan tubuh atau indeks panas dapat mencapai 37 derajat Celsius akibat tingginya kelembapan udara.
Pada periode siang hingga sore, peluang hujan meningkat. Peluang tertinggi diperkirakan terjadi antara pukul 13.00 hingga 18.00 dengan kemungkinan hujan mencapai lebih dari 50 persen. Meski demikian, curah hujan yang diperkirakan turun relatif ringan, berkisar 0,2 hingga 0,6 milimeter per jam.
Suhu udara pada siang hingga sore hari berada di kisaran 28 hingga 30 derajat Celsius dengan kelembapan antara 82 hingga 86 persen. Angin bertiup dari arah selatan hingga tenggara dengan kecepatan 9 hingga 12 kilometer per jam.
Menjelang malam, cuaca masih didominasi awan tebal disertai hujan ringan sesekali. Suhu udara berangsur turun menjadi 27 hingga 26 derajat Celsius menjelang tengah malam dengan tingkat kelembapan mencapai 93 persen.
Masyarakat diimbau tetap mewaspadai perubahan cuaca, terutama bagi pengendara sepeda motor dan warga yang memiliki aktivitas di luar ruangan pada siang hingga malam hari.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa wilayah Jawa Timur saat ini masih berada dalam periode musim kemarau yang ditandai dengan fenomena bediding. Fenomena ini menyebabkan suhu udara pada malam hingga pagi hari terasa lebih dingin dibandingkan kondisi normal.
Menurut BMKG, bediding terjadi akibat dominasi angin monsun Australia yang membawa massa udara kering dan relatif dingin menuju Indonesia. Selain itu, minimnya tutupan awan pada malam hari membuat panas yang tersimpan di permukaan bumi lebih cepat terlepas ke atmosfer sehingga suhu udara menurun lebih signifikan.
Akibat fenomena tersebut, meskipun siang hari Surabaya masih terasa panas dengan suhu di atas 30 derajat Celsius, udara pada malam hingga pagi hari dapat terasa jauh lebih sejuk bahkan dingin dibandingkan biasanya. BMKG memperkirakan kondisi ini masih berpotensi berlangsung selama musim kemarau hingga beberapa bulan mendatang. (*)
Editor : Lambertus Hurek