Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Surabaya Gencarkan Tracing dan Screening TBC, Temukan 4.191 Kasus hingga Mei 2026

Rahmat Adhy Kurniawan • Kamis, 11 Juni 2026 | 07:05 WIB
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, dr. Billy Daniel Messakh.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, dr. Billy Daniel Messakh.

RADAR SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mengintensifkan upaya penanggulangan tuberkulosis (TBC) melalui kegiatan pelacakan kontak (tracing) dan skrining (screening) yang dilakukan secara rutin di berbagai wilayah.

Hingga Mei 2026, capaian pemeriksaan suspek TBC di Kota Surabaya telah mencapai 71,54 persen dari target yang ditetapkan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, dr. Billy Daniel Messakh, mengatakan bahwa kegiatan tracing dan screening menjadi strategi utama untuk

mempercepat penemuan kasus sekaligus mendukung target nasional eliminasi TBC pada tahun 2030.

"Saat ini ada lima area di Surabaya yang setiap minggu menjadi lokasi kegiatan tracing dan screening," ujar dr. Billy, Rabu (10/6).

Menurutnya, tracing dilakukan terhadap individu yang memiliki kontak erat dengan pasien TBC.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya, Kamis 11 Juni 2026, Cerah Sepanjang Hari, Malam Hari Lebih Dingin Akibat Bediding

Sementara itu, screening menyasar masyarakat yang tidak menunjukkan gejala dan tidak memiliki riwayat kontak dengan penderita.

Berdasarkan data Dinkes Surabaya periode Januari hingga Mei 2026, dari target penemuan 61.624 suspek TBC, sebanyak 44.088 orang telah menjalani pemeriksaan atau setara dengan 71,54 persen.

 Di sisi lain, program skrining telah menjangkau 644.201 penduduk atau 45,78 persen dari target cakupan yang ditetapkan.

Dari estimasi 11.412 kasus TBC di Surabaya sepanjang 2026, sebanyak 4.191 kasus berhasil ditemukan. 

Jumlah tersebut terdiri atas 4.078 kasus TBC sensitif obat (SO) dan 113 kasus TBC resistan obat (RO).

Saat ini, tercatat 4.166 pasien TBC sedang menjalani pengobatan di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) di Kota Surabaya.

Tingkat Keberhasilan Pengobatan TBC di Surabaya Capai 89,36 Persen

Dinkes Surabaya mencatat tingkat keberhasilan pengobatan atau Treatment Success Rate (TSR) TBC sensitif obat mencapai 89,36 persen.

Baca Juga: Ini Kata Polisi Terkait Penyebab Mobil Terjun di Flyover Gubeng Surabaya

Sementara angka kematian pasien selama menjalani terapi berada di level 1,80 persen.

Untuk kasus TBC sensitif obat, sebanyak 3.443 pasien atau 84,43 persen telah memulai pengobatan.

Sedangkan dari 113 kasus TBC resistan obat yang ditemukan, sebanyak 90 pasien atau 79,65 persen sudah menjalani terapi.

Selain itu, Dinkes Surabaya telah melakukan 2.461 investigasi kontak dan memberikan terapi pencegahan kepada 2.729 kontak serumah sebagai upaya memutus rantai penularan penyakit.

Menurut dr. Billy, capaian tersebut menunjukkan hasil positif dari pelaksanaan tracing dan screening yang dilakukan secara berkelanjutan.

"Hingga Mei 2026, pemeriksaan sudah dilakukan terhadap lebih dari 50 persen target penemuan kasus yang diberikan Kementerian Kesehatan kepada Kota Surabaya," katanya.

Libatkan FK Unair dan Teknologi Deteksi TBC Berbasis Saliva

Salah satu kegiatan tracing dan screening dilakukan di Puskesmas Sawah Pulo, Kelurahan Ujung, Kecamatan Semampir.

Dalam kegiatan tersebut, Dinkes Surabaya menggandeng Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair), dokter spesialis paru, serta dokter residen paru.

"Kami melibatkan dokter spesialis paru dan dokter residen dari FK Unair untuk mendukung kegiatan pemeriksaan di lapangan," ujar dr. Billy.

Tidak hanya melibatkan tenaga medis, Dinkes Surabaya juga mulai memanfaatkan teknologi pemeriksaan terbaru yang memungkinkan deteksi TBC menggunakan sampel saliva atau air liur.

Sebelumnya, pemeriksaan TBC umumnya mengandalkan sampel dahak yang kerap sulit diperoleh dari pasien.

Dengan teknologi baru tersebut, proses deteksi diharapkan menjadi lebih mudah dan cepat.

Dr. Billy menambahkan bahwa pengembangan metode pemeriksaan tersebut turut mendapat dukungan dari tim ahli internasional asal China dan Korea.

Pemkot Surabaya Perkuat Pendampingan Pasien TBC

Untuk meningkatkan keberhasilan terapi, Pemkot Surabaya melibatkan Kader Surabaya Hebat (KSH), petugas puskesmas, serta tim Dinas Kesehatan dalam memantau kepatuhan pasien mengonsumsi obat.

Menurut dr. Billy, durasi pengobatan TBC yang cukup panjang sering kali menjadi tantangan bagi pasien.

Karena itu, pendampingan dan edukasi terus dilakukan agar pasien tetap disiplin menjalani terapi hingga tuntas.

"Kami terus memberikan motivasi agar pasien tetap semangat dan tidak menghentikan pengobatan sebelum waktunya," ujarnya.

Pemkot Surabaya berharap berbagai upaya tersebut dapat mendukung pencapaian target eliminasi TBC nasional pada 2030.

Target tersebut sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan Tuberkulosis yang

menargetkan angka kejadian TBC turun menjadi 65 kasus per 100.000 penduduk dan angka kematian menjadi 6 kasus per 100.000 penduduk pada tahun 2030. 

 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#tbc #surabaya #Pemerintah Kota (Pemkot) #screening #tracing