Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Penyakit Jantung dan Stroke Penyebab Utama Kematian di Indonesia, Perlu Redesain Sistem Penanganan

Rahmat Sudrajat • Rabu, 10 Juni 2026 | 16:50 WIB
Penanganan secara dini untuk mengatasi kematian akibat jantung. (RAHMAT SUDRAJAT/RADAR SURABAYA)
Penanganan secara dini untuk mengatasi kematian akibat jantung. (RAHMAT SUDRAJAT/RADAR SURABAYA)

 

 

RADAR SURABAYA -- Penyakit jantung koroner dan stroke menempati peringkat teratas penyebab kematian di Indonesia. Sebagian besar kematian terjadi pada fase gawat darurat.

Pakar ilmu kegawatdaruratan jantung, Prof Dr Andrianto menjelaskan, tingginya angka kematian di Indonesia tidak semata-mata disebabkan oleh beratnya penyakit jantung, melainkan sangat dipengaruhi oleh keterlambatan yang terjadi di sepanjang rantai pelayanan. Mulai dari kesadaran masyarakat hingga penanganan di fasilitas kesehatan.

Baca Juga: Saluran Air Dibuka Kembali, Pemkot Bersih-Bersih PKL di Jalan Gembong Tebasan Surabaya

“Bukan hanya rendahnya kesadaran terhadap bahaya kondisi tersebut, tapi juga pelayanan medis yang cenderung belum optimal,” ungkapnya, Rabu (10/6).

 Menurutnya, untuk mengatasi permasalahan ini diperlukan perombakan atau redesain sistem penanganan gawat darurat jantung secara menyeluruh. Langkah ini bertujuan mempercepat penanganan bagi pasien yang mengalami gangguan jantung akut dan mengancam nyawa.

 Redesain sistem tersebut didasarkan pada lima filosofi utama. Yaitu filosofi waktu, integrasi, keadilan akses, pemberdayaan masyarakat, serta keberlanjutan dan pembelajaran sistem berbasis data.

 “Sistem rujukan harus dirancang berdasarkan kebutuhan waktu, bukan sekadar prosedur administrasi, dengan dukungan teknologi telekardiologi dan kesehatan digital untuk pengambilan keputusan secara langsung,” jelasnya.

Baca Juga: Murah, Lezat, dan Bergizi, Ini Alasan Ikan Lele Tetap Jadi Favorit Masyarakat

 Selain itu, konsep regionalisasi penanganan berbasis data geospasial juga menjadi kunci penting untuk mengatasi tantangan kondisi geografis Indonesia. Melalui pendekatan ini, pasien dapat langsung dirujuk ke fasilitas kesehatan yang paling mampu menangani kasusnya dalam waktu secepat mungkin, sehingga penanganan menjadi lebih efisien dan tepat sasaran.

Menurut dia, redesain sistem penanganan gawat darurat jantung merupakan kebutuhan mendesak dan tanggung jawab etik untuk menurunkan angka kematian yang sebenarnya dapat dicegah.  Dengan menempatkan waktu sistem sebagai penentu utama hasil penanganan, diharapkan lebih banyak nyawa dapat diselamatkan. (rmt)

Editor : Lambertus Hurek
#Prof Dr Andrianto #gawat darurat #penyebab kematian #penyakit jantung #Jantung koroner