RADAR SURABAYA - Rangkaian penghormatan terakhir untuk Prof Ir Johan Silas memasuki tahap penutupan peti, misa requiem, hingga kremasi pada akhir pekan ini. Guru besar Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dan pakar tata kota legendaris Surabaya itu meninggal dunia pada Senin, 8 Juni 2026, pukul 03.24 WIB di RS Kemenkes Indrapura Surabaya.
Putri almarhum, Ina Silas, mengatakan keluarga telah menyiapkan sejumlah prosesi penghormatan yang melibatkan keluarga, sahabat, sivitas akademika, serta masyarakat yang selama ini mengenal sosok Prof Johan Silas.
Menurut Ina, jenazah disemayamkan di Rumah Duka Adi Jasa, Jalan Demak, Surabaya, sejak Rabu (10/6). Prosesi penting berikutnya adalah misa penutupan peti yang akan dilayani langsung oleh Uskup Surabaya, Mgr Agustinus Tri Budi Utomo.
“Misa penutupan peti akan dilaksanakan pada Jumat, 12 Juni 2026 pukul 19.00 WIB di Adi Jasa dan dipimpin langsung oleh Bapak Uskup Surabaya,” ujar Ina Silas.
Setelah itu, pada Sabtu, 13 Juni 2026, jenazah akan diberangkatkan dari Adi Jasa menuju Gereja Katedral Surabaya untuk mengikuti misa requiem yang dimulai pukul 09.00 WIB. Misa tersebut akan dilayani oleh Vikaris Jenderal Keuskupan Surabaya, Romo PC Edi Laksito.
Usai misa requiem, penghormatan akan berlanjut di lingkungan perguruan tinggi yang menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup Prof Johan Silas.
Pukul 11.00 WIB, sivitas akademika ITS akan memberikan penghormatan terakhir kepada guru besar yang selama puluhan tahun mengabdikan diri dalam dunia pendidikan, penelitian, dan pengembangan tata kota tersebut.
Selanjutnya, pada pukul 12.15 WIB, penghormatan juga akan dilakukan oleh sivitas akademika Universitas Katolik Darma Cendika Surabaya. Kampus tersebut turut memiliki kedekatan dengan almarhum yang dikenal aktif mendorong pendidikan, pengembangan masyarakat, dan pembangunan perkotaan yang berkelanjutan.
Baca Juga: Kuartal I 2026, Kinerja Industri Baja Nasional Tertekan Geopolitik dan Penguatan Dolar AS
“Banyak pihak yang ingin memberikan penghormatan terakhir kepada Bapak karena beliau memiliki hubungan yang sangat luas, baik di dunia akademik maupun masyarakat,” kata Ina.
Setelah rangkaian penghormatan selesai, jenazah akan diberangkatkan menuju Krematorium Keputih untuk menjalani prosesi perabuan pada pukul 13.00 WIB.
Ina menyampaikan terima kasih atas doa, perhatian, dan dukungan yang terus mengalir kepada keluarga sejak kabar wafatnya Prof Johan Silas tersebar. Menurutnya, keluarga merasa terharu melihat begitu banyak pihak yang mengenang jasa dan pemikiran almarhum.
Prof Johan Silas dikenal sebagai salah satu tokoh perencana kota paling berpengaruh di Indonesia. Gagasannya mengenai perumahan rakyat, kampung kota, dan pembangunan perkotaan yang berpihak kepada masyarakat kecil turut mewarnai perjalanan pembangunan Surabaya dan berbagai kota di Indonesia. (*)
Editor : Lambertus Hurek