
RADAR SURABAYA - Cuaca di Kota Surabaya pada Selasa (9/6/2026) diprakirakan didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan sepanjang hari. Suhu udara pada pagi hari berkisar 24–25 derajat Celsius dengan kondisi berawan hingga berawan sebagian.
Memasuki pukul 08.00 hingga 10.00 WIB, cuaca berangsur cerah berawan. Suhu udara meningkat dari 27 derajat Celsius menjadi 30 derajat Celsius. Kondisi paling panas diperkirakan terjadi pada siang hingga sore hari, yakni antara pukul 11.00 hingga 15.00 WIB, dengan suhu mencapai 31–32 derajat Celsius.
Meski suhu maksimum berada di kisaran 32 derajat Celsius, suhu yang dirasakan masyarakat dapat mencapai 35–36 derajat Celsius akibat pengaruh kelembapan udara yang masih cukup tinggi. Pada periode ini, langit diperkirakan cerah hingga cerah berawan dengan kecepatan angin relatif lemah.
Baca Juga: Diduga Terpeleset, Pemancing Tenggelam di Sungai Romokalisari Surabaya
Menjelang sore hingga malam hari, cuaca kembali berubah menjadi berawan sebagian hingga berawan penuh. Suhu udara berangsur turun dari 31 derajat Celsius pada pukul 16.00 WIB menjadi sekitar 26 derajat Celsius pada pukul 23.00 WIB.
Peluang hujan di Surabaya pada Selasa relatif kecil, berkisar antara 0 hingga 10 persen sepanjang hari. Tidak terdapat potensi hujan signifikan berdasarkan prakiraan cuaca harian tersebut.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan wilayah Jawa Timur saat ini mulai memasuki periode musim kemarau. Namun kondisi atmosfer masih cukup labil sehingga peluang hujan, termasuk hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, masih dapat terjadi secara sporadis di sejumlah daerah.
Baca Juga: Pererat Sinergi, Radar Surabaya dan Ubaya Perkuat Kolaborasi Pendidikan dan Inovasi
Dalam beberapa hari terakhir, hujan deras masih tercatat mengguyur sejumlah wilayah di Surabaya, terutama pada siang hingga sore hari. Karena itu masyarakat diimbau tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang relatif cepat, terutama bagi yang beraktivitas di luar ruangan.
BMKG juga menjelaskan bahwa pada awal musim kemarau, suhu udara pada malam hingga dini hari cenderung terasa lebih dingin dibandingkan biasanya. Kondisi ini dipengaruhi oleh berkurangnya tutupan awan dan rendahnya kandungan uap air di atmosfer sehingga panas yang tersimpan di permukaan bumi lebih cepat terlepas pada malam hari.
Masyarakat yang beraktivitas pada malam atau dini hari disarankan mengenakan pakaian yang lebih hangat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lanjut usia. Sementara pada siang hari, warga tetap diimbau menjaga kecukupan cairan tubuh karena suhu udara yang cukup panas dan terik matahari yang dominan. (*)
Editor : Lambertus Hurek