RADAR SURABAYA - MR, RA dan AB harus berurusan dengan polisi. Tiga pemuda oknum peguruan silat itu ditangkap setelah mengeroyok mahasiswa MA yang sedang melakukan riset mobil hemat energi di Jalan Ketintang Madya, Minggu (31/5) dini hari. Akibat aksi brutal pelaku, korban babak belur dan harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Lutfhie Sulistiawan mengatakan, kasus pengeroyokan bermula saat korban bersama dua temannya sedang melakukan riset mobil hemat energi di Jalan Ketintang Wiyata, Minggu dini hari.
Korban memilih melakukan riset malam hari karena lalu lintas sepi. Tak lama kemudian, datang kelompok pelaku yang mengendarai motor konvoi melintas di Jalan Ketintang Madya mengarah ke Royal Plaza.
Baca Juga: Pasar Murah Dongkrak Daya Beli Warga, Gubernur Khofifah Tekan Inflasi Lewat Intervensi Harga
Tersangka bersama kelompoknya baru saja menenggak miras dan dalam kondisi setengah mabuk. Mereka konvoi sembari menggeber motor. Salah satu tersangka mengendarai motor dengan standar ditempelkan jalan dan mengeluarkan percikan api.
Sesampainya di pertigaan Jalan Ketintang Madya-Jalan Ketintang Wiyata, korban melihat kelompok tersangka. Korban menegur salah satu tersangka karena standar motornya dibiarkan mengenai jalan dan mengeluarkan percikan api.
"Tersangka putar balik merasa tersinggung ditegur, lalu mengeroyok memiting dan memukul muka korban sampai dengan dibenturkan kepalanya ke portal jalan," ungkapnya, Senin (8/6).
Usai dikeroyok korban mengalami babak belur di wajah. Polisi yang menerima informasi dan laporan dari masyarakat langsung ke lokasi dan mengejar pelaku. "Tiga orang sudah ditangkap. Dan satu orang masih dilakukan pengejaran. Saya minta untuk pelaku segera menyerahkan diri karena akan kami cari sampai dapat," tegasnya.
Mantan Dirreskrimsus Polda Jatim ini menjelaskan untuk rekan tersangka lainnya tidak ikut melakukan pemukulan.
"Kita sudah bentuk Unit Khusus terdiri dari 23 personel memiliki kualifikasi khusus Brimob, Reserse dan akan kita gerakkan setiap hari patroli monitoring. Saya perintahkan terhadap pelaku yang meresahkan membahayakan keselamatan lakukan tindakan tegas keras terukur. Hentikan aksi-aksi meresahkan warga Surabaya," pintanya.
Sementara ketiga tersangka mengaku saat itu baru saja pesta minuman keras bersama. "Minum arak. Baru lulus (sekolah). Bilang pamit main (sama orang tua)," ucap salah satu tersangka saat diinterogasi Kapolrestabes Surabaya dalam unggahan di akun instagramnya.
Kasus pengeroyokan tersebut saat ini masih terus dilakukan pengembangan oleh Satreskrim Polrestabes Surabaya. (rus/gun)
Editor : Guntur Irianto