RADAR SURABAYA — Kabar duka datang dari dunia akademik dan perencanaan kota Indonesia. Guru besar Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Prof. Johan Silas, tutup usia pada Senin, 8 Juni 2026, di usia 90 tahun.
Prof. Johan Silas dikenal sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh dalam pengembangan konsep perencanaan kota berbasis masyarakat di Indonesia, khususnya di Surabaya. Pemikirannya memberi arah pada pembangunan permukiman yang inklusif dan berkeadilan, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Baca Juga: Rupiah Makin Terpuruk, Dolar AS Sentuh Rp18.132
Arsitek dan akademisi Johannes Widodo mengenang almarhum sebagai sosok langka yang menggabungkan kedalaman intelektual dan keberpihakan pada masyarakat kecil.
“Prof. Johan Silas meninggalkan jejak mendalam dalam lanskap akademik dan profesional Indonesia, khususnya dalam arsitektur komunitas. Ia merepresentasikan kombinasi langka antara kedalaman intelektual, keyakinan moral, dan dedikasi sepanjang hayat untuk memperjuangkan keadilan perumahan bagi masyarakat biasa dan kelompok marjinal,” ujar Johannes.
Ia menambahkan, pemikiran Prof. Silas selalu berakar pada empati dan komitmen terhadap martabat manusia, serta tidak pernah terlepas dari realitas kehidupan masyarakat yang dilayaninya.
Baca Juga: Kadin Jatim Desak Penundaan Permenkum 49/2025, Khawatir Kebocoran Data Perusahaan
“Sebagai senior yang saya hormati, beliau memiliki kedalaman intelektual dan ketajaman pikiran yang tetap terjaga. Ia juga dikenal hangat dan penuh perhatian dalam setiap pertemuan,” lanjutnya.
Sepanjang karier akademiknya di ITS, Prof. Silas tidak hanya dikenal sebagai pengajar, tetapi juga sebagai intelektual publik yang konsisten mendorong pendekatan partisipatif dalam pembangunan kota dengan menempatkan warga sebagai subjek utama.
Meski telah memasuki usia lanjut, Prof. Silas tetap aktif mengajar dan berdiskusi dengan mahasiswa hingga menjelang akhir hayatnya. (*)
Editor : Lambertus Hurek