RADAR SURABAYA – Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini kanker payudara masih menjadi tantangan.
Rendahnya tingkat pemeriksaan payudara secara mandiri serta anggapan bahwa membicarakan kesehatan payudara merupakan hal yang tabu mendorong
mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Kristen (UK) Petra menggelar kampanye kesehatan bertajuk Ribbon of Hope 2026.
Mengusung tema “Bersama SADARI (Periksa Payudara Sendiri)”, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini kanker
payudara sekaligus mengubah persepsi bahwa pemeriksaan payudara merupakan bagian dari gaya hidup sehat yang perlu dilakukan secara rutin.
Ketua Pelaksana Ribbon of Hope 2026, Ida Bagus Made Kesawa Telaga, mengatakan kampanye tersebut menyasar masyarakat Kota Surabaya, khususnya kelompok usia produktif 18 hingga 40 tahun.
Baca Juga: Plh Wali Kota Surabaya Armuji Kutuk Keras Spa Pekerjakan Anak di Bawah Umur
Kelompok usia tersebut dipilih karena masih rendahnya tingkat pengetahuan dan kebiasaan melakukan deteksi dini kanker payudara.
“Kampanye ini menyasar masyarakat Surabaya, khususnya kelompok usia 18–40 tahun, sebagai respons atas masih rendahnya pengetahuan dan kebiasaan melakukan deteksi dini kanker payudara,” ujarnya, Minggu (7/6).
Untuk menarik minat masyarakat, tim mahasiswa UK Petra mengemas edukasi kesehatan payudara dengan konsep yang lebih interaktif dan menyenangkan.
Selain mendapatkan materi mengenai gejala awal kanker payudara dan langkah-langkah melakukan SADARI dengan benar, peserta juga diajak berdiskusi secara langsung melalui berbagai media edukatif, termasuk interactive box.
Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Sebanyak 79 peserta dari berbagai kalangan usia mengikuti rangkaian acara yang dipadukan dengan sesi olahraga Pound Fit.
Olahraga kardio ini mengombinasikan gerakan tubuh dan irama musik menggunakan alat berbentuk stik drum yang dikenal sebagai Ripstix.
Baca Juga: Plh Wali Kota Surabaya Armuji Kutuk Keras Spa Pekerjakan Anak di Bawah Umur
Menurut Ida Bagus, pendekatan kreatif dipilih agar pesan mengenai deteksi dini kanker payudara lebih mudah diterima masyarakat.
“Lewat Ribbon of Hope, kami ingin membuktikan bahwa edukasi kanker payudara tidak harus selalu kaku seperti seminar satu arah.
Edukasi bisa dikemas secara aktif dan energik. Ketukan Ripstix menjadi simbol untuk menyuarakan kepedulian sekaligus mengajak peserta membangun kesadaran terhadap kondisi tubuh yang menjadi inti dari SADARI,” katanya.
Selain olahraga bersama, peserta juga mengikuti kegiatan kreatif berupa merangkai dan menghias aksesori.
Setiap karya dihiasi pita merah muda atau pink ribbon yang dikenal secara global sebagai simbol dukungan terhadap perjuangan melawan kanker payudara.
Melalui Ribbon of Hope 2026, mahasiswa UK Petra ingin menunjukkan bahwa edukasi kesehatan dapat dilakukan dengan cara yang dekat dengan masyarakat.
Kampanye ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran warga Surabaya terhadap pentingnya SADARI sebagai langkah sederhana namun efektif dalam mendukung deteksi dini kanker payudara.
Dengan pendekatan yang kreatif, santun, dan modern, Ribbon of Hope 2026 berhasil menjadi ruang edukasi yang mendorong perubahan persepsi masyarakat.
SADARI yang sebelumnya dianggap tabu kini mulai diterima sebagai bagian dari gaya hidup sehat untuk menjaga kesehatan payudara dan mencegah risiko kanker payudara sejak dini.(rmt)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan