Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Bocah di Surabaya Datang ke Damkar dengan Kursi Plastik yang Masih Menempel di Tangan

Rahmat Sudrajat • Minggu, 7 Juni 2026 | 17:17 WIB
MENANGIS: Bocah harus datang ke kantor pemadam kebakaran dengan kursi plastik yang masih menempel di tangan.
MENANGIS: Bocah harus datang ke kantor pemadam kebakaran dengan kursi plastik yang masih menempel di tangan.

RADAR SURABAYA - Momen menegangkan sekaligus mengundang perhatian terjadi di kawasan Wiyung, Surabaya. Seorang anak perempuan harus dilarikan ke Pos Pemadam Kebakaran Rayon IV Wiyung setelah dua jari tangan kanannya tersangkut di lubang kursi plastik dan tidak bisa dilepaskan.

Akibat kejadian tersebut, bocah itu bahkan harus datang ke kantor pemadam kebakaran dengan kursi plastik yang masih menempel di tangannya.

Baca Juga: Iseng Masukkan Jari ke Lubang Kursi, Pelajar SMK di Surabaya Bikin Geger, Sekolah Datangkan Damkar

Insiden bermula saat korban sedang bermain di rumah. Layaknya anak-anak pada umumnya yang gemar mengeksplorasi benda di sekitarnya, ia memasukkan jari telunjuk dan jari tengah tangan kanannya ke lubang pada kursi plastik berlubang.

Namun nahas, kedua jari tersebut justru tersangkut dan tidak bisa ditarik keluar. Berbagai upaya yang dilakukan keluarga untuk melepaskannya tidak membuahkan hasil.

Baca Juga: Iseng Bermain Borgol, Malah Kunci Hilang, Pemuda Asal Surabaya Ngadu ke Damkar

Karena khawatir kondisi jari anak mengalami pembengkakan atau cedera, keluarga akhirnya membawa korban beserta kursi plastik yang masih menempel ke Pos Pemadam Kebakaran Rayon IV Wiyung untuk meminta bantuan.

Kabid Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, M. Rokhim, mengatakan kejadian tersebut murni akibat kelalaian saat bermain.

Baca Juga: Canggih Damkar Semarang Berhasil Lacak Cepat Lokasi DC Pinjol, Pelaku Nangis Minta Ampun

“Pas main-main. Biasanya anak-anak kecil itu suka memasukkan jari ke lubang atau celah benda. Waktu dimasukkan ternyata enggak bisa keluar lagi dan enggak bisa ditarik. Akhirnya dibawa ke Rayon Wiyung untuk minta bantuan,” ujar Rokhim, Minggu (7/6).

Meski terlihat sederhana, proses penyelamatan ternyata cukup rumit. Petugas harus bekerja ekstra hati-hati agar kursi dapat dipotong tanpa melukai jari korban yang masih terjebak di dalam lubang plastik tersebut.

Baca Juga: Wali Kota Eri Cahyadi Apresiasi Tim Damkar Surabaya, Akan Beri Penghargaan di Hari Pahlawan

“Kurang lebih satu jam prosesnya. Karena yang terjepit anak kecil dan kursinya masih menempel di bawah. Jadi tidak semudah menangani cincin yang tersangkut di jari. Harus sangat hati-hati supaya tangannya tidak cedera,” jelasnya.

Setelah melalui proses yang cukup menegangkan, petugas akhirnya berhasil membebaskan kedua jari korban dalam kondisi selamat tanpa mengalami luka serius.

Rokhim mengungkapkan, kasus seperti ini bukan kali pertama terjadi. Dalam beberapa waktu terakhir, petugas Damkar Surabaya cukup sering menerima laporan evakuasi anggota tubuh yang tersangkut di berbagai benda, mulai dari cincin, pegangan pintu, jendela, hingga kursi plastik.

Karena itu, ia mengingatkan para orang tua agar tidak lengah mengawasi aktivitas anak meskipun bermain di lingkungan rumah sendiri.

“Kadang hal yang terlihat sepele justru bisa membahayakan kalau tidak diawasi. Karena itu orang tua harus tetap memperhatikan aktivitas anak-anak saat bermain,” tegasnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa rasa penasaran anak-anak sering kali berujung pada situasi tak terduga. Beruntung, aksi cepat keluarga dan petugas Damkar membuat insiden tersebut berakhir tanpa menimbulkan cedera serius. (rmt/vga)

 

Editor : Vega Dwi Arista
#tangan #bocah #menangis #damkar #kursi