RADAR SURABAYA - Seorang pelajar TJK alias Thomas, 19, meninggal dunia diduga menjadi korban pengeroyokan di kawasan Manukan Kulon, Tandes Surabaya, Minggu (31/5) dini hari. Pelajar yang tinggal di Jalan Manukan Yoso II, Surabaya, meninggal dunia setelah dirawat selama lima hari di RSUD Dr Soetomo, Surabaya.
Kakak kandung korban Hana Novia Kristiani, 32, mengatakan awalnya mendapatkan kabar melalui pesan WhatsApp (WA) bahwa Thomas berada di salah satu rumah sakit Ibu dan Anak kawasan Jalan Manukan Tengah, Minggu (31/5) pukul 02.30.
Saat itu, Hana sedang tidak di rumah karena dinas di luar kota. Dirinya meminta teman yang memberikan kabar untuk mendatangi memberikan kabar kepada keluarga di rumah Jalan Manukan Yoso II.
Usai mendapatkan kabar, pihak keluarga di rumah mendatangi rumah sakit dan menanyakan keadaan Thomas. "Saat itu keadaan Thomas tidak sadarkan diri," ujarnya ditemui di rumah Jalan Manukan Yoso II, Kamis (4/6) petang.
Pihak dokter rumah sakit juga tidak bisa menjelaskan detail analisa awal kondisi korban karena rumah sakit ibu dan anak. Tak lama kemudian disarankan untuk rujuk ke rumah sakit yang lebih besar. Keluarga korban mencari ambulans dan membawa Thomas ke RSUD Dr Soetomo. Setibanya di rumah sakit, korban dilakukan USG, rontgen dan CT Scan.
Baca Juga: Dindik Jatim Pastikan Tak Perlu Tunggu SKL, Siswa Tetap Bisa Urus PIN SPMB
"Pukul 2 siang operasi di bagian otak selesai magrib. Menurut tim medis hasil operasinya itu tidak berjalan baik alias gagal karena kondisi anak Thomas ini cukup parah lukanya dikarenakan ada kepala bagian belakang yang robek," jelasnya.
Thomas juga mengalami pendarahan cukup parah dan pembuluh darah pecah. Dokter tidak berani melanjutkan penanganan karena melihat kondisi korban waktu itu riskan jika dilanjutkan operasi.
"Maka dihentikan sesaat untuk operasi pertama. Sambil menunggu Thomas sadar. Setelah jam 6 sore operasi selesai Thomas diberikan anastesi berfungsi untuk mengistirahatkan otaknya. Hari Minggu jam 6 sore itu sampe dengan hari ini tadi yang mana anak Thomas berpulang keadaan koma tidak sadarkan diri," bebernya.
Hana mengungkapkan, pada Rabu (3/6) dirinya menghubungi Babinsa kelurahan Manukan Kulon. Pihaknya menyampaikan keluhan yang terjadi pada Thomas karena tidak kunjung membaik. Lalu pihak Babinsa mengarahkan dan menjembatani keluarga dibantu RT melapor ke Polrestabes Surabaya.
Anggota Polrestabes Surabaya lalu ke rumah sakit untuk meminta visum ketika Thomas masih hidup. "Setelah itu jam 4.30 saya ditelepon kalau Thomas sudah henti jantung dan otaknya sudah tidak berfungsi. Gak lama kemudian pukul 5 pagi Thomas berpulang," terangnya.
Jenazah korban kemudian dari kamar mayat RSUD Dr Soetomo dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim untuk keperluan visum luar dan otopsi. "Sebelumnya (Sabtu malam) Thomas pamitan mau beli paketan internet namun sampai dini hari nggak pulang-pulang," sebutnya.
Menurut Hana, terkait pengeroyokan pihaknya dan keluarga awalnya tidak tahu menahu. Sesampai di rumah sakit kawasan Jalan Manukan Tengah, tante Thomas sempat melihat sudah ada 10 - 20 pemuda. Beberapa di antaranya meminta maaf dengan memegang tangan tante Thomas. Akan tetapi tante Thomas tidak menghiraukan karena belum melihat kondisi Thomas.
Mulai dari awal Thomas dibawa ke RSUD Dr Soetomo hingga korban meninggal dunia tidak ada itikad baik dari pelaku. Bahkan pihak keluarga juga tidak mendapatkan penjelasan kronologi dan permintaan maaf dari pelaku.
"Saya sudah dibantu Polrestabes Surabaya untuk cari beberapa tersangka. Infonya sudah diamankan beberapa orang di Polrestabes Surabaya. Cuma kalau ditanya sekali lagi reka kejadian seperti apa sejujurnya sampai hari ini saya selaku pihak keluarga tidak tahu menahu kejadian TKP dimana pengeroyokan berapa orang. Namun indikasi kuat saya dikeroyok karena lebih dari dua orang (pelaku)," tuturnya.
Baca Juga: RSUP dr. Sardjito Yogyakarta Beralih ke Gas Bumi, PGN Dorong Transformasi Green Hospital
Kanitresmob Satreskrim Polrestabes Surabaya AKP Raditya Herlambang saat dikonfirmasi membenarkan beberapa pelaku pengeroyokan Thomas sudah diamankan di Mapolrestabes Surabaya. "Benar. Masih proses pemeriksaan," ucapnya. (rus/gun)
Editor : Guntur Irianto