RADAR SURABAYA - Sebanyak 3.791 jemaah dan petugas haji telah kembali ke Tanah Air melalui 10 kloter jemaah haji Debarkasi Surabaya, Rabu (3/6). Meski demikian masih ada jemaah yang masih dirawat di RS Haji dan di RS daerah setelah tiba di tanah air karena mengalami keluhan seperti ISPA dan Paru.
Kepala Bidang Kesehatan PPIH Debarkasi Surabaya, Rosidi Roslan mengatakan hingga kloter 10 jemaah haji yang dirawat di rumah sakit saat tiba di tanah air sebanyak 8 orang. 2 orang dirawat d RS Haji Surabaya dan 6 orang di rawat di RS daerah yakni 2 orang di RS Karsa Husada Batu, 1 orang di RS M Saleh Probolinggo, 1 Orang di RSUD Bangil dan 1 orang di RS Graha Sehat Medika Pasuruan.
"Jadi ada beberapa orang yang dirujuk di rumah sakit ketika tiba di Juanda seperti di RS Sheila Medika di IGD untuk diobservasi tapi kemudian mendapat rujukan di RS Haji. Jadi yang yang dirujuk di RS Haji Surabaya ada 2 orang. Sisanya dirujuk di RS daerah setelah mengalami beberapa keluhan di klinik sehingga kami rekomendasikan untuk dibawa ke daerah (rujuk, Red)," tutur Rosidi.
Baca Juga: KPK Cari Wamen Imipas Silmy Karim, OTT Imigrasi Seret 17 Orang
Ia juga menambahkan jemaah haji yang dirujuk di RS Haji karena mengalami paru kronis dan penurunan kadar oksigen. Sedangkan yang dirujuk di RS daerah mayoritas karena penyakit pernapasan hingga sesak.
Meski demikian Rosidi menyebut kondisi kesehatan jemaah haji tahun ini relatif lebih baik terutama saat kepulangan. Hal itu dikarenakan jemaah yang akan berangkat ke tanah suci sangat ketat pemeriksaan kesehatan di daerah.
Baca Juga: Sebanyak 30 Guru Naik Jabatan, 65 Kepala Sekolah Dilantik Gubernur Jatim Khofifah
"Tahun ini jemaah yang berangkat kesehatannya jauh lebih baik dari tahun sebelumnya. Bahkan saat kepulangan kesehatan masih stabil hanya sedikit yang mendapat perawatan medis intensif," ujar pria yang juga Kepala Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Surabaya ini.
Saat kedatangan di Asrama Haji Debarkasi Surabaya pihaknya melakukan berbagai upaya penanganan kesehatan jemaah yang mengalami masalah kesehatan seperti swab. Swab dilakukan saat suhu badan jemaah diatas 37,5 derajat celcius. Karena jemaah yang tiba dilakukan pengecekan suhu tubuh dengan thermal scanner.
Baca Juga: Unesa Bagi 35 Ribu Porsi Sarapan Gratis Saat UAS, Mahasiswa Kini Bisa Fokus Kerjakan Ujian
Meski demikian Rosidi memastikan jemaah yang diswab tidak membawa penyakit menular dari Arab Saudi seperti Ebola, Hantavirus, hingga MERS-CoV.
"Memang ada yang diswab, karena itu upaya preventif kami untuk mencegah penularan. Tapi hasilnya negatif dan langsung dipulangkan ke daerah bersama kloter lainnya," ungkapnya.
Baca Juga: Jude Bellingham Pakai Nomor 10 di Piala Dunia 2026, Tuchel Beri Sinyal Jadi Pemain Kunci
Rosidi juga menegaskan semua pelaku perjalanan luar negeri termasuk saat menjalankan ibadah haji berpotensi membawa penyakit menular. Oleh karena ia mengimbau jemaah waspada selama 21 hari ke depan. Jemaah yang mengalami gejala disarankan mengunjungi puskesmas terdekat dan menunjukkan barcode Satu Sehat Health Pass (SSHP).
Lebih lanjut Rosidi menjelaskan selama proses debarkasi dari kloter 1-10 dengan jumlah 3.791 jemaah, yang mendapat penanganan di Klinik Asrama Haji Surabaya sebanyak 19 orang.
Baca Juga: Breaking News! Usai Dipecat Prabowo, Dadan Hindayana Keluar Kejagung dengan Rompi Tahanan
"Ada 19 orang yang mengunjungi klinik saat kepulangan. Mereka yang datang mengeluh seperti ISPA, keluhan pada paru (COPD), hipertensi, flu (Acute nasopharyngitis), sesak nafas (dyspnea) hingga asma," terang Rosidi.
Terkait jemaah yang wafat di tanah suci, Rosidi menyebut hingga kepulangan hari ketiga ini sebanyak 44 jemaah haji wafat. Menurut RosidI tiga penyebab jemaah wafat terbanyak cardiogenic chock atau henti jantung sebanyak 22 orang, Acute Myocardial Infarction atau serang jantung sebanyak 6 orang, septic shock atau komplikasi sebanyak 3 orang, dan acute respiratory failure atau gagal nafas sebanyak 3 orang.
"Untuk jemaah yang wafat paling banyak di Makkah. Sedangkan untuk Jawa Timur sebanyak 42 orang, Bali sebanyak 2 orang. Jadi total yang wafat 44 orang. Kami turut berdukacita semoga jemaah yang wafat khusnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," jelasnya.
PPIH Debarkasi Surabaya juga mencatat masih terdapat dua jamaah yang belum dapat dipulangkan bersama kloternya karena masih menjalani perawatan medis di Arab Saudi. Satu jemaah dirawat di RS RS Al-Noor akibat penyakit diabetes dan satu menjalani perawatan di RS Jeddah karena kanker. (rmt/gun)
Editor : Guntur Irianto