RADAR SURABAYA - Seorang perempuan menjadi korban dugaan penjambretan di Jalan Kusuma Bangsa, Surabaya, belakang mal, Selasa (2/6) petang. Korban ditemukan tergeletak memakai baju batik korpri warna biru, jaket putih, celana panjang kain warna hitam dan berkerudung hitam.
Informasi yang dihimpun, korban ditemukan oleh anggota BPBD Surabaya sudah tergeletak di Jalan Kusuma Bangsa, belakang Mal pukul 17.35.
Kondisi korban tidak sadar diduga akibat luka benturan keras di kepala. Korban diduga merupakan korban penjambretan. Kejadian tersebut langsung dilaporkan Command Center 112 Surabaya.
Baca Juga: Selama Ini Salah Paham, Ayam Berkokok Saat Fajar Ternyata Bukan karena Matahari
Tak lama kemudian tim medis dan ambulans dan pihak kepolisian juga mendatangi lokasi. Tim Medis langsung melakukan penanganan awal dan membawa korban ke RSUD Dr Soetomo menggunakan ambulans PMI Kota Surabaya.
Saat ditemukan korban tidak membawa identitas karena di lokasi hanya menyisakan tali tas putus dan motor Honda Beat korban. Sesampainya di rumah sakit petugas sempat mengalami kendala karena pasien tidak membawa identitas untuk proses pendaftaran rumah sakit agar korban segera mendapatkan perawatan. Namun berkat koordinasi Command Center 112, Kepolisian dan Satpol PP serta relawan korban teridentifikasi dan pihak keluarga korban berhasil dihubungi.
Baca Juga: Kompak Melemah! Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri24 Turun Serentak Pagi Ini
Salah satu penjual soto sekitar lokasi Luluk, 32, mengatakan sempat melihat ada keramaian anggota BPBD di Jalan Kusuma Bangsa tepat di tikungan menolong orang dan sebagian duduk-duduk sekitar pukul 18.00.
Namun, Luluk tidak mengetahui pasti korban tergeletak karena jatuh kecelakaan biasa atau dijambret. "Kemarin waktu aku melintas dari rumah mau kerja ke warung lihat ada mas-mas baju oranye nolong orang di tikungan itu," ujarnya kepada Radar Surabaya, Rabu (3/6).
Luluk menambahkan, tak lama kemudian ada ambulans melintas. Korban lalu dievakuasi menggunakan ambulans. Sementara Kanit Reskrim Polsek Genteng Iptu Vian Wijaya saat dikonfirmasi terkait kejadian tersebut masih melakukan penyelidikan.
"Korban inisial W warga Pabean Cantikan. Masih kita lakukan penyelidikan, apakah benar laka lantas atau curas (pencurian dengan kekerasan)," tegas Vian. (rus/gun)
Editor : Guntur Irianto