RADAR SURABAYA - Warga Surabaya perlu mewaspadai potensi hujan ringan yang dapat terjadi pada pagi hari, Rabu (3/6/2026). Berdasarkan data prakiraan cuaca, kondisi cuaca sejak dini hari hingga pagi didominasi langit berawan tebal dengan kemungkinan petir terisolasi dan hujan ringan di sejumlah wilayah.
Pada pukul 05.00 hingga 08.00 WIB, suhu udara diperkirakan berkisar 25–28 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan sangat tinggi mencapai 86–96 persen. Kondisi ini membuat udara terasa cukup lembap dan berpotensi memicu hujan ringan sesaat di beberapa kawasan.
Memasuki pukul 09.00 WIB, hujan ringan masih berpeluang terjadi sebelum cuaca berangsur mendung. Suhu udara kemudian meningkat cukup signifikan. Pada siang hari, suhu mencapai 31–32 derajat Celsius, dengan suhu yang dirasakan tubuh dapat menembus 37–38 derajat Celsius akibat tingginya kelembapan udara.
Cuaca berawan hingga mendung diperkirakan bertahan sepanjang siang dan sore hari. Kecepatan angin relatif rendah hingga sedang, berkisar 2–13 kilometer per jam.
Menjelang malam, cuaca tetap didominasi kondisi mendung tanpa potensi hujan yang berarti. Suhu udara berangsur turun dari 29 derajat Celsius pada awal malam menjadi sekitar 27 derajat Celsius menjelang tengah malam. Kelembapan udara kembali meningkat hingga mencapai 87 persen.
Secara umum, cuaca Surabaya pada Rabu diperkirakan didominasi langit berawan dan mendung sepanjang hari, dengan peluang hujan ringan terutama pada pagi hari. Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan disarankan tetap membawa payung atau jas hujan sebagai antisipasi perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Baca Juga: Liverpool Selangkah Lagi Resmikan Andoni Iraola, Negosiasi Pengganti Arne Slot Hampir Rampung
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan wilayah Jawa Timur saat ini sedang berada pada masa peralihan atau pancaroba menuju musim kemarau. Sejumlah zona di Jawa Timur telah memasuki musim kemarau, terutama wilayah yang memiliki pola hujan monsunal lebih cepat.
Namun sebagian besar daerah masih berada pada fase akhir musim hujan sehingga hujan lokal, hujan ringan hingga hujan disertai petir masih berpotensi terjadi, terutama pada siang hingga sore hari akibat pertumbuhan awan konvektif.
Pada masa pancaroba, masyarakat diimbau mewaspadai perubahan cuaca yang berlangsung cepat. Cuaca cerah pada pagi hari dapat berubah menjadi mendung bahkan hujan pada siang atau sore hari. Selain itu, kondisi udara yang terasa panas pada siang hari juga menjadi ciri umum peralihan musim menuju kemarau. (*)
Editor : Lambertus Hurek