Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

DKPP Surabaya Temukan Cacing Hati dan Cacing Pita, Organ Terinfeksi Langsung Diafkir

Dimas Mahendra • Senin, 1 Juni 2026 | 16:43 WIB
Penyembelihan hewan kurban di Surabaya diawasi ketat oleh petugas DKPP Surabaya. (IST)
Penyembelihan hewan kurban di Surabaya diawasi ketat oleh petugas DKPP Surabaya. (IST)

 

 

RADAR SURABAYA - Petugas menemukan sejumlah kasus cacing hati dan satu kasus cacing pita pada hewan kurban di berbagai titik pemotongan hewan kurban. Temuan tersebut menjadi bahan evaluasi Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya selama Idul Adha 1447 Hijriah. 

Kepala DKPP Surabaya Nanik Sukristina mengatakan, seluruh organ yang terindikasi terinfeksi dipastikan langsung diafkir dan tidak diedarkan kepada masyarakat.

Berdasar pemeriksaan di 31 kecamatan dengan total 296 lokasi pemotongan hewan kurban, ditemukan sekitar 20 lokasi yang terdapat kasus cacing hati dan satu lokasi ditemukan cacing pita. 

Baca Juga: Tidak Penuhi Standar, 372 SPPG di Jawa Timur Distop Sementara

“Namun, seluruh organ yang terindikasi terinfeksi langsung dipisahkan dan tidak didistribusikan kepada masyarakat,” kata Nanik, Senin (1/6).

Menurut dia, temuan tersebut justru menunjukkan sistem pengawasan berjalan aktif di lapangan. Sebab, seluruh kasus ditemukan langsung oleh petugas saat pemeriksaan, bukan berasal dari laporan masyarakat setelah distribusi daging berlangsung.

Selain temuan cacing hati dan cacing pita, petugas juga mendapati satu ekor sapi yang terindikasi mengalami skabies saat pemeriksaan di lapak penjualan hewan kurban. Hewan tersebut langsung diisolasi guna mencegah risiko penyebaran penyakit.

“Sebagian besar kasus yang ditemukan dapat langsung ditangani di lapangan. Ada juga beberapa hewan yang mengalami kelelahan setelah perjalanan jauh dari daerah asal sehingga diberikan vitamin dan penanganan khusus,” ujarnya.

Nanik meminta masyarakat tidak perlu panik terhadap temuan cacing hati karena daging sapi tetap aman dikonsumsi selama organ yang terinfeksi tidak ikut dibagikan. Karena itu, pihaknya terus memberikan edukasi kepada panitia kurban dan takmir masjid agar lebih teliti saat proses pemilahan organ hewan.

Baca Juga: Workshop Meracik Parfum di Surabaya, Ciptakan Aroma Sesuai dengan Karakter Pribadi

Selama periode pengawasan Idul Adha, DKPP Surabaya melakukan pemeriksaan postmortem terhadap 2.123 ekor sapi, 4.772 ekor kambing, dan 133 ekor domba. Sementara pada tahap antemortem di lapak penjualan, petugas memeriksa 4.890 ekor sapi, 11.142 ekor kambing, serta 452 ekor domba.

Menurut Nanik, pengawasan kesehatan hewan kurban menjadi langkah penting untuk memastikan pelaksanaan kurban berjalan aman dan sehat, terutama karena distribusi daging menyasar masyarakat luas dalam waktu singkat.

“Pengawasan dilakukan mulai dari lapak penjualan sampai distribusi daging agar masyarakat benar-benar menerima pangan asal hewan yang aman, sehat, utuh, dan halal,” pungkasnya. (dim)

Editor : Lambertus Hurek
#dkpp surabaya #cacing pita #daging kurban #hewan kurban #cacing hati