RADAR SURABAYA - Akibat aksi iseng memasukkan jari telunjuk ke lubang pada kursi bangku sekolah, seorang pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di kawasan Kranggan, Surabaya, harus meminta bantuan petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya.
Jari pelajar tersebut tersangkut kuat dan tidak bisa ditarik keluar, hingga akhirnya petugas terpaksa merusak kursi kayu tersebut menggunakan kapak.
Baca Juga: Iseng Bermain Borgol, Malah Kunci Hilang, Pemuda Asal Surabaya Ngadu ke Damkar
Kejadian tersebut menimpa Dimas Pratama, siswa SMK Negeri di kawasan Kranggan, pada Sabtu siang.
Aksi iseng yang dilakukan Dimas justru berujung petaka, saat jari telunjuk tangan kanannya terperangkap di lubang kecil pada kursi bangku yang diduduki.
Baca Juga: Canggih Damkar Semarang Berhasil Lacak Cepat Lokasi DC Pinjol, Pelaku Nangis Minta Ampun
Berbagai cara sudah dicoba untuk melepaskan jari tersebut secara mandiri, namun seluruh upaya gagal dilakukan dan jari tetap tersangkut dengan kuat.
Melihat kondisi tersebut, pihak sekolah kemudian segera menghubungi dan meminta bantuan tim penyelamatan dari DPKP Kota Surabaya.
Sesampainya di lokasi kejadian, petugas langsung berupaya mengeluarkan jari korban dengan cara yang aman dan tidak menimbulkan cedera.
Petugas sempat mencoba melumasi celah lubang kursi menggunakan lotion dan minyak goreng agar permukaan menjadi licin dan jari bisa keluar.
Baca Juga: Damkar Surabaya Siaga 24 Jam, Warga Diminta Cek Listrik dan Gas Sebelum Mudik
Namun, cara tersebut tetap tidak berhasil mengeluarkan jari yang sudah membengkak akibat tekanan.
Tidak ada jalan lain, tim penyelamatan akhirnya mengambil keputusan untuk merusak struktur kursi kayu tersebut. Petugas menggunakan kapak besar untuk membelah bagian kayu di sekitar lubang tempat jari tersangkut.
Baca Juga: Pabrik Plastik di Sukodono Terbakar, Damkar Sidoarjo Tekankan Pentingnya Antisipasi Kebakaran
Setelah berjuang selama hampir 20 menit, jari Dimas akhirnya berhasil dikeluarkan dengan selamat, meskipun kursi bangku sekolah tersebut harus rusak dan tidak terpakai lagi.
Kepala Bidang Pemadam DPKP Kota Surabaya, M Rokhim, menjelaskan bahwa penanganan kasus seperti ini cukup sering terjadi akibat tindakan yang kurang berhati-hati.
“Awalnya kami berusaha menggunakan pelumas seperti minyak goreng atau lotion agar jari bisa lepas tanpa merusak benda di sekitarnya. Tapi karena sudah terlanjur tertekan dan membengkak, satu-satunya cara aman adalah dengan membelah kayunya. Kami berhati-hati sekali agar tidak melukai tangan korban saat memotong,” ungkap Rokhim.
Tindakan cepat dan tangkas dari para petugas mendapatkan apresiasi penuh from pihak sekolah atas penanganan yang aman dan sigap.
Melalui kejadian ini, pihaknya kembali mengimbau kepada masyarakat luas, khususnya para pelajar, untuk berhati-hati dalam beraktivitas dan menghindari tindakan iseng yang berisiko membahayakan diri sendiri.
Apabila menghadapi situasi darurat atau kejadian serupa, masyarakat diminta segera menghubungi layanan panggilan darurat di nomor 112 agar mendapatkan pertolongan secepat mungkin dari tim yang berkompeten. (rmt/vga)
Editor : Vega Dwi Arista