RADAR SURABAYA - Keprihatinan akan tingginya tingkat pencemaran mikroplastik, Sungai Brantas dan Kali Surabaya ternyata masih menyimpan kekayaan alam yang luar biasa serta secercah harapan besar.
Penelitian terbaru mengungkapkan fakta menggembirakan bahwa kedua aliran air vital ini belum mati dan masih memiliki potensi besar untuk pulih kembali menjadi habitat perikanan yang sehat.
Baca Juga: Tragis! 2 Siswa SMP Tewas Tenggelam di Sungai Citarum
Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya keanekaragaman hayati yang cukup tinggi yakni sebanyak 34 spesies ikan di Kali Surabaya dan 42 spesies ikan di Kali Brantas.
Temuan ini menjadi modal utama bagi masyarakat Jawa Timur untuk bergerak serius memulihkan kualitas air sungai yang menjadi sumber kehidupan jutaan warga ini.
Baca Juga: Tangki Kimia Pabrik Kertas Nippon Dynawave di Washington Meledak, 11 Orang Diduga Tewas, Sungai Columbia Tercemar
Direktur Posko Ijo, Rulli Mustika Adya, menegaskan bahwa keberadaan beragam jenis ikan tersebut adalah tanda nyata bahwa ekosistem sungai masih bertahan.
Oleh karena itu, publik perlu diedukasi mengenai kekayaan hayati ini agar kesadaran menjaga sungai tumbuh kembali.
Baca Juga: Berawal dari Mandi di Sungai Kedungsulur Ponorogo, 4 Anak Tenggelam, 1 Meninggal Dunia
Sebagai bentuk aksi nyata, Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah (Ecoton) bersama aliansi komunitas lingkungan akan segera menggelar kegiatan Ngintir Kali Surabaya.
"Kali Brantas dan Kali Surabaya masih memiliki potensi untuk bisa pulih dan menjadi habitat ikan. Penelitian terbaru menunjukkan temuan 34 spesies ikan di Kali Surabaya dan 42 spesies ikan di Kali Brantas. Ini bisa jadi modal kuat masyarakat Jawa Timur untuk memulihkan kualitas air Kali Brantas dan Kali Surabaya,” ungkap Rulli, Minggu (31/5).
Baca Juga: Jembatan Gantung Wouma Putus, 24 Warga Tewas Tenggelam di Sungai Uwe Wamena
Aksi penyusuran sungai ini melibatkan tim gabungan dari Aliansi Komunitas Penyelamat Bantaran Sungai (akamsi), Ecoton, Posko Ijo, River Warrior, dan TitikTerang.
Beranggotakan 7 orang, tim dibagi menjadi dua kelompok tugas, 4 orang akan terjun langsung menyusuri aliran sungai, sementara 3 orang lainnya bertugas sebagai tim darat yang memantau dari tepian, melakukan uji kualitas air, serta mendokumentasikan kondisi lapangan.
Meski masih kaya spesies, nyawa ikan-ikan air tawar di Sungai Brantas kini berada di ujung tanduk.
Ancaman terbesar datang dari pencemaran mikroplastik yang berasal dari limbah industri daur ulang, sampah rumah tangga sepanjang aliran sungai, serta pesatnya alih fungsi lahan bantaran sungai menjadi kawasan pemukiman dan industri.
Di Kali Surabaya yang membentang sepanjang 41 kilometer ini, tim peneliti menemukan 34 spesies ikan air tawar. Yang paling istimewa, di antaranya terdapat 3 jenis ikan endemik Jawa, artinya spesies ini secara alami hanya bisa ditemukan di Pulau Jawa.
Ketiga ikan langka tersebut adalah yakni ikan rengkik atau baung (hemibagrus nemurus), lele jawa (clarias batrachus dan ikan wader bitnik-bintik (barbodes binatus).
Sementara itu, penelitian sebelumnya pada rentang 2021–2022 yang melibatkan pakar perikanan dari Indonesia, Malaysia, dan Brasil, mencatat data serupa di Sungai Brantas.
Teridentifikasi ada 42 spesies ikan yang terbagi dalam 35 genus dan 21 famili. famili ikan cyprinidae (kelompok ikan wader, bader, atau tawes) menjadi yang paling dominan dengan 15 spesies. (rmt/vga)
Editor : Vega Dwi Arista