Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Motor Terduga Pelaku Begal di Jalan Mayjen Sungkono Surabaya Diamankan, Polisi Cari Pemilik

M. Mahrus • Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:07 WIB
DITINGGAL: Sepeda motor yang ditinggal terduga pelaku begal di Jalan Mayjen Sungkono, Surabaya. (IST/RADAR SURABAYA)
DITINGGAL: Sepeda motor yang ditinggal terduga pelaku begal di Jalan Mayjen Sungkono, Surabaya. (IST/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA - Polisi telah mengamankan motor Honda Vario milik terduga pelaku begal yang tertinggal di Jalan Mayjen Sungkono, Pakis, Surabaya. Anggota reskrim masih melakukan penyelidikan atau mencari sosok pemilik motor tersebut. 

"Motor sudah diamankan. Yang bersangkutan masih kita cari," kata Kanitreskrim Polsek Sawahan AKP Agus Tri Subagjo, Sabtu (30/5).

Motor yang tertinggal merek Honda Vario warna hitam. Motor tersebut terpasang nopol hanya di bagian depan. Untuk nopol huruf depan L. Sementara dalam jok motor ditemukan power bank, kunci keyless dan STNK motor. "Kami masih mencari bukti petunjuk CCTV sekitar lokasi," ucapnya.

Baca Juga: Puluhan Ribu Umat Buddha Bakal Hadiri Festival Lampion Waisak 2026 di Borobudur

Kronologi Begal di Jalan Mayjen Sungkono Surabaya

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang pemuda asal Wonogiri Jawa Tengah menjadi korban dugaan percobaan perampasan atau begal motor di Jalan Mayjen Sungkono, Surabaya, Minggu (24/5) malam. Bahkan diduga kelompok gangster ini membawa sajam.

Korban sempat dipukuli dan motornya nyaris dibawa kabur komplotan pelaku. Namun karena korban teriak, komplotan pelaku panik dan semburat kabur. Motor korban gagal dibawa kabur. Sementara motor salah satu pelaku malah tertinggal di lokasi. 

Baca Juga: 31 Mei, Naik Suroboyo Bus hingga Parkir di Puluhan Titik di Surabaya Cuma Bayar Rp 733 Saja

Salah satu warga yang menolong korban IAF menjelaskan awalnya mengendarai motor dari arah barat ke timur melintas di Jalan Mayjen Sungkono, Surabaya, pukul 20.40.

Tak lama kemudian mendengar teriakan seorang pemuda meminta tolong. IAF lalu berhenti dan menanyakan maksud korban meminta tolong. "Saya tanya kenapa mas ? Dia jawab dibegal mas," ujarnya, Kamis (28/5). 

Baca Juga: Luis Enrique: Motivasi PSG Pertahankan Gelar Lebih Besar daripada Ambisi Arsenal Raih Trofi Perdana

Menurut IAF, kondisi korban saat itu syok. Beberapa orang pedagang hewan kurban dan tukang tambal ban membantu menenangkan korban di Jalan Pakis Tirtosari IV. Selain itu motor korban juga dipinggirkan.

Berdasarkan keterangan korban, peristiwa bermula saat korban hendak ke salah satu mal di Jalan Mayjen Sungkono. Korban ternyata tidak tahu jalan akses ke lokasi mal. Korban menepi membuka ponsel dan melihat google maps. Tiba-tiba korban didatangi pelaku menggunakan tiga sampai empat motor.

Baca Juga: Inul Daratista Murka, Ancam Seret Akun Penyebar Data Kekayaan Artis ke Polisi

Salah satu pelaku mengeluarkan sajam ke arah korban. Korban yang ketakutan berusaha kabur dan meninggalkan motornya. Namun pelaku tak jadi membacok korban. Pelaku memukul kepala korban. Korban spontan teriak meminta tolong warga.

"Setelah menggeser motor korban ternyata ada salah satu motor diduga milik pelaku tertinggal. Pelaku diduga meninggalkan motor karena panik korban teriak-teriak," ucapnya.

Baca Juga: Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional 2026 di Jatim, Gubernur Khofifah Ajak Masyarakat Bahagiakan dan Jaga Lansia Bermartabat

Di dalam jok motor terduga pelaku ditemukan alat pegisian daya ponsel, perangkat kunci keyless dan STNK motor. Motor tersebut lalu diserahkan ke polisi yang datang ke lokasi.

Aksi percobaan begal itu juga sempat terekam kamera ponsel warga dan videonya beredar luas di media sosial. "Percobaan begal di sampingnya, di depanya gedung Gema 45 mau dibegal tapi masnya selamat ini. Sekarang masih ada di sampingnya Gema 45 dan sepeda begalnya ketinggalan satu di sini," ucap perekam video sambil merekam korban dan motor milik pelaku yang tertinggal.

Baca Juga: Analisis PSG vs Arsenal: Cara Arsenal Redam Sayap Mematikan PSG Jadi Penentu Gelar

Kapolsek Sawahan Kompol Muljono saat dikonfirmasi terkait kejadian tersebut belum merespon. Sementara Kanit Reskrim AKP Tri Subagjo dikonfirmasi lewat pesan WhatsApp (WA) juga belum merespon. (rus/gun)

Editor : Guntur Irianto
#identitas #Mayjen Sungkono #begal #Pakis #berita kriminal surabaya