RADAR SURABAYA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir rob pada periode 26 Mei hingga 11 Juni 2026. Fenomena ini dipicu oleh fase bulan purnama yang bertepatan dengan perayaan Hari Waisak pada Minggu, 31 Mei 2026.
Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan pasang air laut maksimum di sejumlah wilayah pesisir, termasuk kawasan pesisir Kota Surabaya. Beberapa titik yang diprakirakan terdampak antara lain Kalianak, Greges, Kalimas Baru, Bulak, Kenjeran hingga kawasan Pantai Timur Surabaya (Pamurbaya).
BMKG menjelaskan, fase bulan purnama dapat meningkatkan gaya tarik gravitasi antara bumi dan bulan sehingga memicu kenaikan muka air laut secara signifikan. Dampaknya, air laut berpotensi meluap ke daratan dan menggenangi permukiman warga di wilayah pesisir.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya menyatakan terus memantau perkembangan fenomena alam tersebut. BPBD juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengantisipasi dampak yang mungkin ditimbulkan bagi masyarakat.
“Kami terus melakukan pemantauan dan siap melakukan langkah penanganan jika terjadi banjir rob,” ujar perwakilan BPBD Surabaya.
Baca Juga: Sapi Kurban Lepas di Kampung Arab Banjarmasin, Seruduk Warga hingga Meninggal
Sebagai langkah antisipasi, masyarakat diimbau untuk memperhatikan informasi cuaca maritim dan peringatan dini dari BMKG, serta meningkatkan kesiapsiagaan terutama bagi yang beraktivitas di wilayah pesisir.
Sebelumnya, banjir rob dengan intensitas cukup tinggi juga sempat melanda sejumlah kawasan pesisir di Kabupaten Sidoarjo, yang berbatasan langsung dengan Surabaya, sekitar dua pekan lalu. Peristiwa tersebut menyebabkan genangan di permukiman warga dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Dengan potensi kejadian serupa, warga diharapkan lebih waspada dan segera melapor kepada pihak berwenang jika terjadi kondisi darurat.(*)
Editor : Lambertus Hurek