RADAR SURABAYA - Komplotan tersangka pencurian kendaraan bermotor (curanmor) MS dkk mengaku sengaja selalu membawa senjata air soft gun untuk menakut-nakuti korbannya. Pelaku membeli senjata tersebut saat beraksi mencuri motor di wilayah hukum Jawa Tengah.
"(Air soft gun) punya saya. Beli di sana (Jawa Tengah)," ucap tersangka MS, Rabu (27/5). Tersangka memakai senjata itu setiap beraksi untuk jaga-jaga dan menakut-nakuti korban. Apabila korban melawan, tersangka langsung mengeluarkan senjata tersebut.
Selain menggunakan senjata air soft gun tersangka juga membuat kunci T dan alat pembuka penutup magnet sendiri. Alat-alat tersebut dipakai tersangka untuk mencuri motor korban di lintas kota.
Baca Juga: Fitur Kursi Khusus Perempuan Cegah Pelecehan Seksual di Kereta Api
"Saya dan sama teman saya (buat kunci T). Yang satu buat buka lock (penutup lubang kunci). Buat (rusak) kuncinya," ungkapnya.
Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya Iptu Evan Caesar Ibrahim menegaskan komplotan tersangka sudah berulang kali mencuri motor menggunakan senjata air softgun. "Jadi di Jateng (tersangka) sudah DPO. Bolak-balik ngeluarin air softgun itu," jelasnya.
Baca Juga: Viral! Selebgram Aniaya WN Brunei hingga Tewas di Blok M
Evan menambahkan, untuk kasus pencurian motor di Surabaya, aksi pelaku terekam CCTV beraksi siang hari. Kemudian untuk motor korbannya sudah ditemukan dan dikembalikan kepada pemilik.
Kronologi Penangkapan Pelaku Curanmor Bawa Air Soft Gun
Diberitakan sebelumnya, komplotan pencuri motor lintas kota bersenjata air soft gun dibekuk Satreskrim Polrestabes Surabaya. Tersangka FR, 25, warga Kokop Bangkalan, MS, 26, warga Lajeran Bangkalan, dan HS, 29, warga Kokop, Bangkalan.
"Ungkap kasus curanmor ini pelaku kelas kakap. Jadi dia setiap beraksi itu menggunakan air soft gun jenis glock. Jadi kalau ditanya ini untuk apa ? ini untuk jaga-jaga," ujar Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Lutfhie Sulistiawan.
Lutfhie menjelaskan, komplotan tersangka berjumlah tiga orang. Mereka FR, MS dan HS. Ketiganya sudah berulang kali beraksi lintas kota mencuri motor. Di Bangkalan tersangka sudah beraksi 9 kali, Yogyakarta 6 kali, Solo 4 kali, Kalimantan 6 kali dan Surabaya 2 kali.
Baca Juga: Sempat Mondar-Mandir, Pelaku Curanmor Terekam Curi Motor di Karang Menjangan Surabaya
"Mereka sudah kawakan. Memang sengaja kita TO (target operasi) kan karena rekam jejaknya luar biasa pemain lintas daerah," terangnya.
Komplotan tersangka terakhir mencuri motor Honda Scoopy milik IM di depan toko makanan cepat saji Jalan Ploso Baru Tambaksari, Surabaya 28 Januari 2026. (rus/gun)
Editor : Guntur Irianto