Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Kesaksian Warga saat Tragedi Kebakaran Rumah di Banyu Urip Surabaya, Cucu dan Nenek Meninggal Dunia

M. Mahrus • Selasa, 26 Mei 2026 | 08:11 WIB
HANGUS: Kondisi rumah di Jalan Banyu Urip Kidul, Surabaya, usai kebakaran. Dua orang meninggal dunia, lokasi diberi garis polisi.(MAHRUS/RADAR SURABAYA)
HANGUS: Kondisi rumah di Jalan Banyu Urip Kidul, Surabaya, usai kebakaran. Dua orang meninggal dunia, lokasi diberi garis polisi.(MAHRUS/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA - Kebakaran besar terjadi di rumah Dwi Priyo Aprianto warga Jalan Banyu Urip Kidul Gang Molin II B, Kelurahan Banyu Urip, Sawahan, Surabaya, Selasa (25/5) dini hari. Akibat kebakaran dua orang penghuni rumah meninggal dunia. Korban Suamah, 72, dan cucunya, M Azzam Rizki, 14, . 

Sementara korban luka-luka tiga orang. Di antaranya Meiga Dita Fisilia, 39, istri pemilik rumah mengalami luka robek telapak tangan  dan penghuni kos Tiwuk Suryanti mengalami patah tulang kaki saat melompat menyelamatkan diri.

Salah satu saksi tetangga AS mengatakan awalnya sedang salat Isya, pukul 22.15. Tak lama kemudian, mendengar suara kresek-kresek dan mendengar teriakan dari Dwi meminta lap basah yang diduga terjadi percikan api dari charger sepeda listrik. Sebab sebelum kejadian Dwi, melakukan servis sepeda listrik di teras rumah.

Baca Juga: Doorr! Pelaku Curanmor di Surabaya Ditembak Unit Reaksi Cepat Pemburu Begal Polres Tanjung Perak

AS lalu keluar dan membawa sarung yang dibasahi air. Sarung tersebut digunakan untuk menutupi percikan api yang menyambar tabung gas elpiji. Kebetulan di teras rumah dipakai tempat servis sepeda listrik dan jualan tabung gas elpiji.

Saat itu saksi menutupi tiga tabung gas  yang menyala terkena sambaran api. "Tapi belum meledak. Yang sisanya 20 itu meletus akhirnya kayak mercon lempar sana-sini akhirnya aku takut menyelamatkan diri. Api sangat besar, saya ambil selang untuk basahi," ujarnya kepada Radar Surabaya, Selasa (26/5).

Baca Juga: Siaga Long Weekend Hari Raya Idul Adha, Pertamina Patra Niaga Tambah 1,5 Juta Tabung LPG 3 Kg di Jatim

AS menambahkan saat kejadian warga sudah banyak yang istirahat. Dalam waktu singkat api langsung membesar membakar bagian depan rumah. Di dalam rumah istri pemilik rumah lalu naik ke rumah lantai dua dan melompat menyelamatkan diri. Sementara dua penghuni kos pasangan suami istri melompat ke rumah belakang dan mengalami patah tulang kaki.

"Yang meninggal dunia di kamar mandi (neneknya). Kalau mas Azam mungkin mau menyelamatkan neneknya di kamar mandi, api keburu membesar dan malah terjebak," terangnya. 

EVAKUASI: Petugas saat membawa jenazah salah satu korban kebakaran. Dua orang meninggal cucu dan nenek akibat kebakaran tersebut.(IST/RADAR SURABAYA)
EVAKUASI: Petugas saat membawa jenazah salah satu korban kebakaran. Dua orang meninggal cucu dan nenek akibat kebakaran tersebut.(IST/RADAR SURABAYA)

Ia menuturkan, rumah selain digunakan tempat tinggal juga dipakai kos-kosan lantai dua. Sementara pada bagian depan dipakai tempat servis dan usaha toko kelontong. "Itu kan (awalnya) servis sepeda listrik. Charger sepeda listrik meledak gitu," sebutnya. 

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya Laksita Rini Sevriani menjelaskan sebanyak 17 Unit Tempur dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api yang membakar rumah. Api pokok berhasil dipadamkan petugas pukul 23.39 dan dilanjutkan pembasahan hingga selesai pukul 02.10. 

Baca Juga: Internet Tetap Patriarki! Perempuan Makin Aktif di Maya, Malah Jadi Target Empuk Pelecehan

Menurutnya, saat pemadaman petugas sempat mengalami kendala karena akses gang sempit sehingga unit besar tidak bisa masuk."Yang terbakar satu rumah satu lantai dan satu rumah dua lantai. Korban MD ditemukan di kamar mandi lantai satu dan kamar mandi lantai dua," ucapnya. 

Laksita melanjutkan, selain mengakibatkan korban meninggal dunia 4 unit kendaraan motor turut terbakar. Bangunan rumah satu, lantai satu digunakan hunian dan bengkel sepeda motor listrik. Sementara bangunan rumah dua, lantai satu digunakan toko sembako dan lantai dua dipakai kos-kosan. "Penyebab diduga dari korsleting cas motor listrik," tukasnya. (rus/gun)

Editor : Guntur Irianto
#identitas korban #meninggal #kebakaran di surabaya #kebakaran rumah #banyu urip