Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Modus Beli 20 Bungkus Ayam Geprek, Pria Bawa Lari Motor Milik Penjual di Ketintang Surabaya

M. Mahrus • Senin, 25 Mei 2026 | 15:32 WIB
TEREKAM: Pelaku penggelapan saat membawa motor korban. Ini setelah korban sibuk menyiapkan pesanan pelaku 20 bungkus ayam geprek di Jalan Ketintang, Surabaya. (MAHRUS/RADAR SURABAYA
TEREKAM: Pelaku penggelapan saat membawa motor korban. Ini setelah korban sibuk menyiapkan pesanan pelaku 20 bungkus ayam geprek di Jalan Ketintang, Surabaya. (MAHRUS/RADAR SURABAYA

RADAR SURABAYA - Apes dialami Hafiz, 26, seorang penjual ayam geprek di Jalan Ketintang Madya, Surabaya. Motor Honda Beat miliknya raib digelapkan pria yang membeli ayam geprek dalam jumlah 20 bungkus, Jumat (15/5) siang.

Hafiz mengatakan awalnya pelaku datang memesan ayam geprek sebanyak 20 bungkus dan es teh. Pelaku mengaku bekerja di kantor partai Jalan Ketintang Madya, Surabaya.

Namun setelah pesan, pelaku bilang hendak ke toko roti terlebih dahulu. Beberapa saat kemudian, pelaku datang jalan kaki. Akan tetapi karena pesanan belum jadi, pelaku minta dua bungkus terlebih dahulu dan mengajak korban ke kantor partai untuk urusan pembayaran.

Baca Juga: Jual Sabu di Gang, Dua Pengedar di Benteng Dalam Surabaya Digerebek 

"Saya bungkusin dua dulu, terus saya antar pelaku ke kantor partai Jalan Ketintang Madya," ucapnya, Senin (25/5). 

Sesampainya di kantor partai, pelaku masuk ke dalam kantor selama kurang lebih 15 menit. Korban menunggu di luar. Tak lama berselang pelaku keluar dan bilang ke korban untuk membuatkan nota. Tanpa disadari kunci motor yang ada di samping korban sudah diambil pelaku. 

Baca Juga: Suami Coba Bertahan, Istri Kabur ke Rumah Orang Tuanya, Berujung ke Pengadilan Agama Surabaya

"Pelaku bilang pembayaran pakai ATM (transfer). Tapi saya minta cash," bebernya. 

Pelaku lalu mengendarai motor korban dengan alasan menuju ke ATM untuk mengambil uang. Setelah ditunggu hingga 15 menit, pelaku tak kembali. Korban bertanya ke orang yang bekerja di sebelah kantor partai. Ternyata pelaku bukan orang partai yang memesan ayam geprek dan di kantor partai juga tidak ada kegiatan.

Baca Juga: Pemuda Asal Lamongan Dibacok di Jalan Dinoyo Surabaya, Dua Pelaku Bawa Celurit

"Saya terus kembali ke toko. Dan meminta CCTV. Kasus sudah saya laporkan ke Polsek Jambangan," tegasnya. 

Selain menyasar korban Hafiz, pelaku pada Januari 2026 juga menggelapkan motor Scoopy karyawan toko jual beli sandal Jalan Ketintang Arif Farhansyah. Modusnya pelaku pesan sandal dalam jumlah banyak untuk keperluan wisma. Korban diajak ke wisma dengan alasan bahas pembelian dan kontrak. Pelaku sempat masuk ke dalam wisma. Sedangkan korban diminta menunggu di luar dan menghitung total pembayaran. 

Baca Juga: Berawal dari Mandi di Sungai Kedungsulur Ponorogo, 4 Anak Tenggelam, 1 Meninggal Dunia

"Pelaku keluar pinjam motor saya dengan alasan membeli materai dan kwitansi. Namun pelaku dan motor saya tak kembali. Saya sempat tanya ke pihak wisma ternyata sudah bukan wisma jadi kos. Pelaku bukan orang wisma atau penghuni kos. Saya sudah melaporkan kasus ke polisi," tegasnya. 

Pihaknya berharap polisi segera menangkap pelaku. Sebab dari informasi yang didapat korban dari pelaku sudah ada sekitar lima orang. Kebanyakan korban merupakan pelaku usaha makanan dan tanaman di kawasan Ketintang, Surabaya.

Baca Juga: Cek Harga Emas Senin 25 Mei 2026, Antam Masih Jadi yang Termahal

Kapolsek Jambangan Kompol Budiyanto saat dikonfirmasi terkait kejadian tersebut belum merespon. (rus/gun)

Editor : Guntur Irianto
#ketintang madya #modus #kriminal surabaya #ayam geprek #penggelapan motor