RADAR SURABAYA — Cuaca di Surabaya, Jawa Timur, pada Senin (25/5/2026) diprakirakan didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan sepanjang hari. Suhu udara relatif panas dengan kisaran 25–32 derajat Celsius, sementara tingkat kelembapan cukup tinggi sejak dini hari hingga malam.
Pada dini hari hingga pagi (00.00–07.00 WIB), cuaca cenderung cerah dengan suhu berkisar 25–27 derajat Celsius. Memasuki siang hari (08.00–15.00 WIB), intensitas panas meningkat, dengan suhu mencapai puncaknya sekitar 32 derajat Celsius dan suhu terasa bisa menyentuh 39–40 derajat Celsius akibat kelembapan yang masih tinggi.
Menjelang sore hingga awal malam (16.00–19.00 WIB), cuaca tetap relatif cerah berawan dengan suhu mulai menurun ke kisaran 27–31 derajat Celsius. Namun, pada malam hari (sekitar pukul 22.00 WIB hingga menjelang tengah malam), terdapat potensi hujan ringan hingga hujan lokal dengan peluang sekitar 40 persen.
Kecepatan angin umumnya lemah, berkisar 2–6 km/jam, sehingga tidak banyak membantu mengurangi rasa gerah, terutama pada siang hari.
Baca Juga: Virus Newcastle Bermutasi, Kini Serang Berbagai Jenis Burung
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan bahwa saat ini wilayah Jawa Timur masih berada pada masa pancaroba, yakni peralihan dari musim hujan ke musim kemarau. Meski secara klimatologis mulai memasuki kemarau, dalam beberapa waktu terakhir hujan masih kerap terjadi.
Fenomena atmosfer global seperti Madden-Julian Oscillation (MJO) turut berkontribusi terhadap peningkatan pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia, termasuk Jawa Timur. Kondisi ini menyebabkan cuaca menjadi lebih dinamis dan sulit diprediksi secara konvensional.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi secara tiba-tiba, seperti hujan lebat disertai angin kencang dan petir, terutama pada sore hingga malam hari.
Warga juga disarankan untuk memantau pembaruan informasi cuaca secara berkala serta mengantisipasi dampak yang mungkin ditimbulkan, termasuk genangan air, pohon tumbang, maupun gangguan aktivitas harian.(*)
Editor : Lambertus Hurek