Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Ruwatan Kota Surabaya di Tugu Pahlawan, Simbol Syukur dan Edukasi Budaya Generasi Muda

Dimas Mahendra • Minggu, 24 Mei 2026 | 08:18 WIB
URI-URI BUDAYA: Acara ruwatan kota yang diselenggarakan di Tugu Pahlawan untuk HJKS ke-733, Sabtu (23/5) malam. (HUMAS PEMKOT SURABAYA)
URI-URI BUDAYA: Acara ruwatan kota yang diselenggarakan di Tugu Pahlawan untuk HJKS ke-733, Sabtu (23/5) malam. (HUMAS PEMKOT SURABAYA)

RADAR SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelar Ruwatan Kota dan Pagelaran Wayang Kulit dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 di Halaman Tugu Pahlawan, Sabtu (23/5) malam. 

Acara ini bukan sekadar seremoni, melainkan ruang edukasi budaya bagi generasi muda di tengah derasnya arus digitalisasi.

Kepala Bidang Kebudayaan Disbudporapar Surabaya, Fauzie Mustaqiem Yos, menegaskan bahwa ruwatan kota adalah ikhtiar menjaga keselamatan dan identitas budaya. 

Baca Juga: Angkot Masih Ngetem di Bekas Pasar Maling, Armudji Geram karena Satpol PP Diam Saja

“Kegiatan ruwatan ini merupakan ungkapan rasa syukur atas keberkahan dan keselamatan bagi Kota Surabaya serta warganya. Selain itu, ini menjadi upaya aktif untuk menjaga kelestarian adat dan tradisi lokal,” ujarnya.

Tradisi dan Regenerasi Seni

Rangkaian acara dimulai dengan kirab budaya, dilanjutkan ruwatan, dan pagelaran wayang kulit lakon “Dewa Ruci”. Menariknya, pertunjukan menghadirkan dalang anak sebagai simbol regenerasi seni tradisi.

Yos menambahkan, acara sengaja dikemas terbuka agar generasi muda bisa mengenal budaya secara langsung. 

Baca Juga: Persebaya Mengamuk! Persik Kediri Dibantai 5-0, Tutup Liga dengan Pesta Gol

“Anak-anak muda sekarang lebih akrab dengan dunia digital. Karena itu kami ingin mengenalkan bagaimana tradisi dijalankan secara nyata, bukan hanya lewat layar,” terangnya.

Selain ruwatan kota juga diadakan pagelaran wayang kulit. (HUMAS PEMKOT SURABAYA)
Selain ruwatan kota juga diadakan pagelaran wayang kulit. (HUMAS PEMKOT SURABAYA)

Kolaborasi Lintas Komunitas

Sekitar 400 peserta dari berbagai komunitas seni dan budaya ikut serta dalam kirab, mengenakan busana adat Nusantara sambil membawa gunungan dan sesaji ruwat bumi Surabaya. 

Pemkot juga melibatkan Pepadi, MLKI, sanggar tari, budayawan, seniman, hingga komunitas dari Gresik dan Sidoarjo.

Baca Juga: Persib Hat-trick Juara Liga! Maung Bandung Kunci Gelar usai Tahan Persijap

Prosesi acara dilengkapi pembacaan kidung suci, ujub sesaji, mantra Rajah Kalacakra, hingga pemotongan tumpeng sebagai simbol kebersamaan warga.

Identitas Kota Pahlawan

Pemilihan Tugu Pahlawan sebagai lokasi dinilai tepat karena menjadi simbol penting Surabaya. 

“Tahun ini dipusatkan di Tugu Pahlawan agar masyarakat bisa menikmati bersama dan merasakan semangat kebudayaan lebih luas,” jelas Yos.

Ia menegaskan, Surabaya bukan hanya kota metropolitan, tetapi juga kota yang menjaga akar tradisi. 

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya, Minggu 24 Mei 2026, Siang Panas Terik Disusul, Portensi Hujan Ringan Petang dan Malam

“Harapan kami, ruwatan kota dapat memperkuat identitas Surabaya sebagai kota modern yang tetap berakar pada budaya,” pungkasnya. (dim/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#hjks ke-733 #ruwatan hota #pagelaran wayang kulit #surabaya #Tugu Pahlawan