Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Prakiraan Cuaca Surabaya, Sabtu 23 Mei 2026, Potensi Hujan Ringan, Suhu Siang Tetap Menyengat

Lambertus Hurek • Sabtu, 23 Mei 2026 | 00:51 WIB
Ilustrasi hujan ringan di taman kota. (AI)
Ilustrasi hujan ringan di taman kota. (AI)

 

RADAR SURABAYA - Cuaca di Kota Surabaya pada Sabtu (23/5/2026) diprakirakan didominasi hujan ringan sejak pagi hingga malam hari. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi petir lokal yang diperkirakan terjadi pada sore hari.

Berdasarkan data prakiraan cuaca, hujan ringan sudah mulai turun sejak pukul 05.00 WIB dengan kondisi langit mendung. Suhu udara pada pagi hari berada di kisaran 26 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan udara mencapai 95 persen.

Memasuki pagi hingga menjelang siang, cuaca masih didominasi hujan ringan disertai awan tebal. Suhu udara secara bertahap meningkat dari 27 hingga 32 derajat Celsius. Meski hujan terjadi, kondisi udara tetap terasa cukup panas dengan suhu terasa mencapai 40 derajat Celsius pada siang hari.

Baca Juga: Isu Pembatasan BBM Bersubsidi, Dewan Surabaya Imbau Warga Tidak Panik

Pada pukul 14.00 hingga 16.00 WIB, potensi petir lokal diperkirakan muncul di sejumlah wilayah Surabaya. Hujan ringan diprediksi masih berlanjut hingga malam hari dengan intensitas ringan hingga sedang.

Suhu udara pada sore hingga malam hari berkisar antara 27 hingga 30 derajat Celsius. Sementara kecepatan angin relatif rendah, hanya sekitar 2 hingga 6 kilometer per jam dengan kelembapan udara cukup tinggi, yakni antara 72 hingga 93 persen.

Cuaca baru diperkirakan mulai membaik menjelang larut malam sekitar pukul 22.00 WIB dengan kondisi langit berangsur cerah.

Masyarakat diimbau tetap membawa perlengkapan hujan saat beraktivitas di luar rumah dan berhati-hati terhadap jalan licin maupun genangan air akibat hujan yang terjadi hampir sepanjang hari.

Baca Juga: Panik saat Tidur, Temukan Ular Piton di Samping Kasur Rumah Warga Surabaya

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan hujan yang masih sering terjadi di sejumlah wilayah Jawa Timur belakangan ini dipengaruhi fenomena atmosfer yang masih aktif meski sebagian daerah mulai memasuki musim kemarau.

Koordinator Prakirawan BMKG Maritim Tanjung Perak, Ady Hermanto, mengatakan salah satu penyebab utama kondisi tersebut adalah fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) yang masih aktif di wilayah Indonesia.

Fenomena MJO merupakan gangguan atmosfer tropis yang memicu pembentukan awan hujan akibat meningkatnya penguapan dari wilayah Samudra Hindia menuju Indonesia.

“Memang saat ini masyarakat bertanya-tanya kenapa sudah masuk musim kemarau tetapi masih sering hujan. Salah satu penyebabnya karena saat ini dibarengi dengan adanya fenomena MJO,” ujar Ady. (*)

Editor : Lambertus Hurek
#Kota Surabaya #Prakiraan Cuaca #BMKG #Madden Julian Oscillation #hujan ringan