RADAR SURABAYA – Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Surabaya Armuji atau akrab disapa Cak Ji meminta pengawasan hewan kurban di seluruh lapak penjualan diperketat menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Permintaan itu disampaikan menyusul temuan satu hewan kurban yang terindikasi penyakit skabies di salah satu lapak penjualan hewan di Surabaya.
Cak Ji menegaskan, kesehatan hewan kurban harus menjadi perhatian utama agar masyarakat merasa aman saat membeli maupun mengonsumsi daging kurban.
“Sebaiknya harus dipastikan bahwa semua hewan kurban yang dijual di lapak hewan di Surabaya aman dikonsumsi. Harus ada pengawasan,” kata Cak Ji.
Baca Juga: Rudapaksa Dua Anak Tirinya yang Kembar hingga Satu Korban Hamil, Bapak di Sukolilo Surabaya Ditahan
Menurutnya, pengawasan tidak boleh dilakukan secara longgar karena penyakit pada hewan berpotensi membahayakan masyarakat apabila lolos dari pemeriksaan kesehatan.
Karena itu, ia meminta seluruh lapak penjualan hewan kurban di Surabaya diperiksa secara menyeluruh dengan melibatkan petugas kesehatan hewan dan dinas terkait.
Baca Juga: Jejak Tak Terhapuskan: Bagaimana Pep Guardiola Merevolusi Wajah Sepak Bola Inggris
“Seluruh lapak yang ada di Surabaya itu harus diperiksa. Petugas kesehatan harus turun. Kalau ada penyakit seperti itu kan membahayakan warga yang mengonsumsinya,” ujarnya.
Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya tersebut juga menekankan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara ketat menjelang hari penyembelihan hewan kurban. Ia berharap hewan yang telah lolos pemeriksaan diberikan tanda khusus sebagai jaminan kesehatan bagi masyarakat.
Menurut Cak Ji, langkah tersebut penting untuk meningkatkan rasa aman warga sekaligus memastikan hewan kurban yang diperjualbelikan benar-benar memenuhi syarat kesehatan dan layak dikonsumsi.
Selain pengawasan kesehatan, ia juga mengimbau para pedagang hewan kurban menjaga kebersihan lapak serta memastikan kondisi hewan tetap terawat selama masa penjualan berlangsung.
Baca Juga: Sejoli Viral Terekam Curi Laptop di Kampung Malang Surabaya
“Jangan sampai masyarakat dirugikan karena membeli hewan yang ternyata sakit. Pengawasan harus benar-benar maksimal,” pungkasnya. (dim/gun)
Editor : Guntur Irianto