Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Percepat Riset Medis dan Pemberantasan TBC

Rahmat Sudrajat • Jumat, 22 Mei 2026 | 16:32 WIB
Ilustrasi pemberantasan TBC. (AI/RADAR SURABAYA)
Ilustrasi pemberantasan TBC. (AI/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA - Pemerintah terus memperkuat sistem kesehatan nasional melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi. Salah satu langkah strategis dilakukan dengan menggandeng Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya untuk mempercepat pemberantasan tuberkulosis (TBC) sekaligus mendorong pengembangan riset medis di Indonesia.

Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P(K), hadir langsung di FK Unair, Jumat (22/5), guna membangun sinergi antara pemerintah dan dunia akademik.

Baca Juga: Kasus TBC Tembus 1 Juta, Alarm Serius bagi Sistem Kesehatan Nasional

Dalam pertemuan tersebut, ia menegaskan dirinya mendapat mandat dari Menteri Kesehatan untuk memperkuat sektor pendidikan dan pelayanan kesehatan nasional.

“Indonesia negara besar dengan banyak ahli hebat, namun penelitian belum sepenuhnya didukung negara. Banyak inovasi luar biasa yang belum terekspos. Kemenkes siap memfasilitasi dan mendanai agar karya ini bermanfaat luas bagi masyarakat,” ujar dr. Benjamin.

Baca Juga: Mahasiswa ITS Surabaya Ciptakan Alat Deteksi TBC lewat Suara Batuk, Begini Cara Kerjanya

Menurutnya, selama ini banyak peneliti dan tenaga kesehatan memiliki gagasan inovatif, namun terkendala dukungan pendanaan dan fasilitas pengembangan riset. Karena itu, Kementerian Kesehatan berkomitmen menjadi fasilitator utama bagi pengembangan penelitian medis di tanah air.

Selain fokus pada penguatan riset, pemerintah juga menempatkan pemberantasan TBC sebagai prioritas nasional. Upaya tersebut akan dilakukan melalui kolaborasi lintas kementerian, termasuk bersama Kementerian Pendidikan, Sains, dan Teknologi.

Baca Juga: Surabaya Gencarkan Perang Lawan TBC: RS Ubaya dan PKK Bersatu Wujudkan Indonesia Bebas TBC 2030

“Jika Unair punya gagasan bagus, langsung hubungi saya. Penelitian Unair akan kami dukung dan danai. Nanti kita bentuk tim khusus agar pelaksanaannya berjalan optimal,” tegasnya.

Kunjungan tersebut dinilai menjadi langkah awal pembentukan ekosistem kesehatan nasional yang lebih inovatif dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Baca Juga: Haji 2025: Satu Jemaah Haji Embarkasi Surabaya Asal Tulungagung Meninggal Dunia Setelah Dirawat di RS Haji Karena TBC dan Stroke

Melalui kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi, target penurunan angka TBC serta peningkatan kualitas riset medis Indonesia diharapkan dapat segera terwujud. (rmt/rak)

Editor : Vega Dwi Arista
#tbc #pemberantasan #Unair #medis #riset