RADAR SURABAYA – Ancaman abrasi pesisir dan dampak fenomena El Nino menjadi perhatian serius DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya. Untuk memastikan kondisi lingkungan tetap terjaga, jajaran kader banteng turun langsung menyusuri kawasan hutan mangrove di pesisir timur Surabaya, mulai Gunung Anyar, Wonorejo, hingga Bulak.
Kegiatan tersebut dipimpin Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya sekaligus Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Surabaya Armuji, sebagai tindak lanjut instruksi DPP PDIP terkait pemantauan kondisi lingkungan dan potensi kerusakan kawasan pesisir menjelang puncak El Nino pada Juli–September 2026.
Turut hadir dalam peninjauan itu kader PAC PDIP Rungkut dan Gununganyar beserta jajaran pengurus, serta sejumlah anggota Fraksi PDIP DPRD Surabaya seperti Anas Karno, Eri Irawan, dan Abdul Malik.
Baca Juga: PKS Jatim Seleksi Beasiswa PKPA, Targetkan Cetak 50 Advokat untuk Bantu Masyarakat Gratis
Armuji yang akrab disapa Cak Ji mengatakan, keberadaan mangrove memiliki peran strategis sebagai benteng alami untuk melindungi wilayah pesisir Surabaya dari ancaman abrasi dan dampak perubahan iklim.
“Kita diinstruksikan DPP untuk memastikan kondisi lingkungan tetap aman. Jangan sampai ada pembalakan liar atau kerusakan hutan mangrove, karena ini penting untuk menjaga wilayah pesisir,” kata Cak Ji.
Baca Juga: Pelemahan Rupiah Bikin Pengusaha Waswas, Kadin Jatim Ungkap Ancaman Besarnya
Menurutnya, kawasan mangrove menjadi salah satu ekosistem penting yang harus dijaga di tengah ancaman cuaca ekstrem akibat El Nino. Fenomena tersebut diperkirakan memicu musim kemarau lebih panjang, penurunan curah hujan hingga potensi kerusakan lingkungan di kawasan pesisir.
“Hutan mangrove ini sangat penting. Akar mangrove kuat menahan abrasi dan menjaga daratan pesisir agar tidak terkikis air laut,” ujarnya.
Baca Juga: Apresiasi Penjaga Kenyamanan Kota Lama Surabaya, Horison Arcadia Heritage Lakukan Aksi Sosial
Dalam peninjauan tersebut, Cak Ji memastikan kondisi mangrove di Surabaya masih relatif terjaga. Ia mengaku tidak menemukan adanya aktivitas pembalakan liar maupun pencemaran lingkungan di kawasan yang dipantau.
Selain itu, kondisi ekosistem pesisir dinilai masih cukup baik. Hal itu terlihat dari keberadaan satwa liar yang masih hidup di kawasan mangrove.
Baca Juga: Hari Terakhir Perdagangan, IHSG Terjebak Konsolidasi
“Airnya masih bersih, burung-burung masih ada, bahkan monyet juga masih hidup di kawasan mangrove ini. Artinya ekosistemnya masih bagus,” ungkapnya.
Sejumlah kajian lingkungan juga menyebutkan bahwa hutan mangrove memiliki fungsi penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir. Selain menahan abrasi, mangrove juga membantu menjaga kelembapan kawasan pantai serta mengurangi dampak cuaca ekstrem akibat perubahan iklim global.
Baca Juga: Gerebek Penghuni Kos di Jalan Hangtuah Surabaya, Sita Puluhan Poket Sabu Siap Edar
Karena itu, Cak Ji mengajak seluruh masyarakat ikut menjaga kawasan mangrove sebagai bagian dari upaya melindungi masa depan lingkungan Surabaya.
“Kalau mangrove dirawat bersama, pesisir Surabaya akan tetap aman dan lingkungan tetap lestari,” pungkasnya. (dim/gun)
Editor : Guntur Irianto