RADAR SURABAYA - Sebanyak 43.999 jemaah haji dari 116 kelompok terbang (kloter) resmi diberangkatkan ke Tanah Suci, Kamis (21/5) malam.
Keberangkatan kloter pamungkas ini sekaligus menutup seluruh rangkaian pemberangkatan haji tahun ini, mengingat Embarkasi Surabaya merupakan embarkasi dengan kuota jemaah terbanyak di Indonesia.
Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam menjelaskan, kuota semula ditetapkan sebanyak 44.029 orang.
Namun realisasi akhirnya menjadi 43.999 orang, karena ada satu jemaah yang batal berangkat mendadak akibat sakit.
Secara keseluruhan, tercatat 30 jemaah tidak dapat diberangkatkan dengan berbagai alasan medis dan administrasi.
“Ada 30 jemaah yang tidak berangkat. Penyebabnya mulai dari tidak memiliki pendamping, sakit demensia, kehamilan, hingga penyakit jantung yang paling banyak. Kini hanya tersisa satu orang yang masih dirawat akibat stroke, sementara yang lain sudah berangkat atau dipulangkan,” jelasnya.
Anam menegaskan, hak keberangkatan bagi mereka yang gagal berangkat tetap terjamin. Nantinya mereka yang tidak berangkat akan dapat mengisi kouta haji tahun 2027.
“Bagi 30 jemaah yang batal, asalkan tidak mengambil kembali setoran biaya perjalanan ibadah haji, mereka akan mendapatkan prioritas keberangkatan pada tahun depan,” ungkapnya.
Anam juga mengabarkan sebanyak 15 jemaah wafat. 11 orang di Mekkah dan 3 lainnya di Madinah dan 1 di RS Haji. Menurut Anam jemaah yang wafat penyebab utamanya adalah kelelahan serta gangguan jantung.
Baca Juga: Berbeda Dari Tahun Lalu, Begini Acuan Perhitungan Jalur Prestasi SPMB 2026/2027
“Kami turut berduka mendalam. Rata-rata penyebab wafat adalah kelelahan dan penyakit jantung. Untuk jemaah yang sudah tiba, saya ingatkan agar berhati-hati karena kondisi di Mekkah sudah sangat padat jemaah dari seluruh dunia,” tuturnya.
Terkait kursi kosong, jumlahnya tercatat 80 kursi. Angka ini dinilai lebih rendah dibandingkan embarkasi lain yang ada di atas 100 kursi.
Anam menilai perjalanan tahun ini berjalan lancar seperti kloter sebelumnya, meski menjadi catatan evaluasi adanya kasus satu jemaah stroke mendadak sementara pasangannya tetap berangkat.
Baca Juga: Pemkot Surabaya Pastikan PPPK Tidak Dipecat, Belanja Pegawai Sudah Aman
“Jumlah kursi kosong kami relatif lebih rendah dibanding embarkasi lain. Secara umum keberangkatan berjalan lancar, hanya ada satu catatan khusus kasus sakit mendadak tadi,” pungkasnya. (rmt/nur)
Editor : Nurista Purnamasari