Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Prakiraan Cuaca Surabaya, Kamis 21 Mei 2026, Siang Panas Terik, Ada Potensi Hujan Ringan 

Lambertus Hurek • Kamis, 21 Mei 2026 | 00:42 WIB
Ilustrasi hujan ringan di pesisir pantai. (AI)
Ilustrasi hujan ringan di pesisir pantai. (AI)

 

 

RADAR SURABAYA - Cuaca di Kota Surabaya pada Kamis (21/5/2026) diprakirakan didominasi kondisi cerah sejak pagi hingga siang hari. Namun pada beberapa waktu, hujan ringan dan petir lokal diperkirakan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah.

Berdasarkan data prakiraan cuaca, suhu udara pada pagi hari berada di kisaran 27 derajat Celsius dengan kondisi cerah. Memasuki pukul 06.00 hingga 08.00 WIB, cuaca diprediksi tetap cerah dengan suhu meningkat secara bertahap hingga mencapai 29 derajat Celsius.

Baca Juga: Pelajaran Bahasa Inggris Kini Wajib Mulai Kelas 3 SD

Menjelang siang, suhu udara terasa cukup panas. Pada pukul 11.00 hingga 14.00 WIB, temperatur udara diperkirakan mencapai 32 derajat Celsius dengan suhu terasa hingga 42 derajat Celsius. Kondisi cuaca pada periode tersebut didominasi cerah berawan.

Meski cuaca cenderung panas, hujan ringan diprediksi sempat turun pada pagi menjelang siang, terutama sekitar pukul 09.00 hingga 11.00 WIB. Memasuki sore hari, potensi petir lokal diperkirakan muncul mulai pukul 15.00 hingga 19.00 WIB.

Suhu udara pada sore hingga malam hari berangsur turun ke kisaran 28 hingga 30 derajat Celsius. Sementara kecepatan angin berkisar antara 6 hingga 11 kilometer per jam dengan tingkat kelembapan udara cukup tinggi, yakni antara 75 hingga 95 persen.

Warga Surabaya diimbau tetap menjaga kondisi tubuh dan memperbanyak konsumsi air putih karena suhu udara pada siang hari terasa cukup terik. Selain itu, masyarakat juga diminta waspada terhadap potensi hujan dan petir lokal pada sore hingga malam hari.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Gandeng Sekolah Swasta, Pastikan Tak Ada Anak Putus Sekolah

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut hujan yang masih sering terjadi di Jawa Timur belakangan ini dipengaruhi fenomena atmosfer yang masih aktif di wilayah Indonesia.

Koordinator Prakirawan BMKG Maritim Tanjung Perak, Ady Hermanto, menjelaskan salah satu faktor utama yang menyebabkan potensi hujan masih cukup tinggi adalah fenomena Madden Julian Oscillation (MJO).

Fenomena tersebut merupakan gangguan atmosfer tropis yang memicu peningkatan pembentukan awan hujan akibat tingginya penguapan dari wilayah Samudra Hindia menuju Indonesia.

“Memang saat ini masyarakat bertanya-tanya kenapa sudah masuk musim kemarau tetapi masih sering hujan. Salah satu penyebabnya karena saat ini dibarengi dengan adanya fenomena MJO,” ujar Ady. (*)

Editor : Lambertus Hurek
#Kota Surabaya #BMKG #Madden Julian Oscillation #hujan ringan #Prakiraan Cuaca BMKG