Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Dipicu Fenomena MJO dan Gelombang Rossby, Hujan Kerap Guyur Jawa Timur

Andy Satria • Selasa, 19 Mei 2026 | 17:03 WIB
BMKG menyebutkan hujan yang terjadi karena fenomena MJO dan Gelombang Rossby. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)
BMKG menyebutkan hujan yang terjadi karena fenomena MJO dan Gelombang Rossby. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

 

RADAR SURABAYA – Meski sebagian wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau, hujan masih kerap mengguyur sejumlah daerah di Jawa Timur dalam beberapa hari terakhir. Kondisi cuaca yang berubah-ubah ini pun menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat terkait penyebab hujan yang masih sering terjadi hampir setiap hari.

Koordinator Prakirawan BMKG Maritim Tanjung Perak, Ady Hermanto, menjelaskan bahwa kondisi tersebut dipengaruhi oleh beberapa fenomena atmosfer yang saat ini masih aktif di wilayah Indonesia, khususnya Jawa Timur.

Menurut Ady, salah satu faktor utama penyebab masih tingginya potensi hujan adalah adanya fenomena Madden Julian Oscillation (MJO). Fenomena ini merupakan gangguan atmosfer tropis yang memicu peningkatan pembentukan awan hujan akibat tingginya penguapan dari wilayah Samudra Hindia menuju Indonesia.

Baca Juga: Suguhkan Keindahan Minimalis Satu Warna, Pameran Lukisan di Galeri Prabangkara Surabaya

“Memang saat ini masyarakat bertanya-tanya kenapa sudah masuk musim kemarau tetapi masih sering hujan. Salah satu penyebabnya karena saat ini dibarengi dengan adanya fenomena MJO,” ujar Ady kepada Radar Surabaya, Selasa (19/5).

Ia menjelaskan, fenomena MJO menyebabkan suplai uap air di atmosfer wilayah Indonesia, termasuk Jawa Timur, masih cukup besar sehingga pembentukan awan hujan tetap terjadi secara signifikan.

“Nah, dengan adanya fenomena MJO ini otomatis atmosfer di Indonesia, khususnya Jawa Timur, masih cukup basah sehingga potensi hujan masih ada,” katanya.

Selain MJO, kondisi cuaca di Jawa Timur juga dipengaruhi dinamika atmosfer lain berupa gelombang Rossby. Gelombang ini turut memperkuat pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di beberapa wilayah.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Kolaborasi Bersama Mitra Strategis, Meriahkan HJKS ke-733

“Ditambah lagi adanya dinamika atmosfer berupa gelombang Rossby yang ikut mendukung pembentukan awan hujan cukup signifikan di wilayah Jawa Timur,” jelasnya.

Meski demikian, BMKG memperkirakan kondisi tersebut tidak berlangsung terlalu lama. Dalam dua hingga tiga hari ke depan, potensi hujan masih cukup tinggi, terutama pada siang hingga malam hari.

Namun secara umum, selama bulan Mei masyarakat masih perlu mewaspadai kemungkinan hujan yang turun sewaktu-waktu meskipun musim kemarau mulai berlangsung.

“Memang sampai akhir Mei ini masih ada potensi hujan. Jadi masyarakat tetap perlu waspada terhadap perubahan cuaca,” pungkas Ady. (*)

Editor : Lambertus Hurek
#gangguan atmosfer #Rossby #MJO #BMKG #Madden Julian Oscillation