Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Pembebasan Jurnalis yang Ditahan Tentara Israel, Yusril Ihza Mahendra: Komunikasi Masih Sulit, Tetap Diupayakan Dibebaskan

Rahmat Sudrajat • Selasa, 19 Mei 2026 | 15:36 WIB
Menko Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Prof. Yusril Ihza Mahendra saat di Unesa, Rabu (19/5). (Rahmat Sudrajat/Radar Surabaya)
Menko Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Prof. Yusril Ihza Mahendra saat di Unesa, Rabu (19/5). (Rahmat Sudrajat/Radar Surabaya)

RADAR SURABAYA - Pemerintah Indonesia menegaskan akan segera mengambil langkah diplomatik dan hukum demi membebaskan sembilan Warga Negara Indonesia (WNI), termasuk empat jurnalis, yang ditahan aparat Israel saat menjalankan misi kemanusiaan menuju Gaza.
 
Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Prof. Yusril Ihza Mahendra saat berkunjung ke Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Ia mengaku sangat prihatin dan menyesalkan tindakan tentara Israel tersebut.
 
"Kami sangat prihatin dan menyesalkan tindakan tentara Israel terhadap WNI, khususnya para wartawan yang melintasi perairan internasional untuk membantu korban konflik di Gaza," tegas Yusril, Selasa (19/5). 

Baca Juga: Ini Pesan Eri Cahyadi Kepada Sebelum Berangkat Haji 

Hingga saat ini, komunikasi dengan para WNI tersebut masih sulit terjalin. Meski demikian, Kementerian Luar Negeri terus bergerak secara proaktif untuk melacak keberadaan dan membebaskan mereka.
 
"Kita tidak memiliki hubungan diplomatik langsung dengan Israel, sehingga tidak bisa berunding secara langsung. Namun kami akan menempuh jalur diplomatik dan hukum melalui bantuan negara ketiga serta lembaga internasional demi melindungi dan membebaskan WNI yang ditahan," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, empat jurnalis dan beberapa WNI ditahan militer Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2026 menuju Gaza, Palestina.

Baca Juga: 4 Jurnalis Indonesia Ditangkap Israel saat Misi Kemanusiaan Global Sumud Flotilla ke Gaza

Empat jurnalis asal Indonesia yang ikut dalam pelayaran bersama Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) yang ditahan yakni, Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari Republika, Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo, serta Rahendro Herubowo dari GPCI.

Menurut data GPCI, terdapat sembilan WNI dalam rombongan flotilla, terdiri dari jurnalis dan aktivis kemanusiaan. 

Bahkan, salah satu jurnalis, Bambang Noroyono (Abeng), sempat mengirimkan video SOS setelah kapalnya diintersepsi. 

Baca Juga: Karantina Jatim Gagalkan Upaya Penyelundupan Burung Maleo dan Rangkok dari Makassar

Dalam video itu ia menyatakan, “Jika Anda menemukan video ini mohon disampaikan kepada pemerintah Republik Indonesia bahwa saya saat ini dalam penculikan tentara Israel. Saya mohon agar pemerintah Republik Indonesia membebaskan saya dari penculikan tentara penjajahan Zionis Israel”. (rmt)

Editor : Nurista Purnamasari
#jurnalis ditahan israel #surabaya #Global Sumud Flotilla #Misi Kemanusiaan #Yusril Ihza Mahendra