RADAR SURABAYA - Puluhan biduan dangdut melaporkan kasus dugaan penipuan dan penggelapan yang dialaminya ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Surabaya, Senin (18/5) siang.
Mereka melaporkan NS warga Sememi, Benowo Surabaya yang diduga melakukan penipuan dan menggelapkan uang korban dengan modus menjual slot arisan.
Kasus tersebut viral setelah korban mendatangi dan mengadu ke rumah aspirasi Wakil Wali Kota Surabaya Armuji belum lama ini.
Baca Juga: 110 Bangunan Terdampak Pelebaran Jalan Lidah Wetan Surabaya, Bakal Dibebaskan Tahun Ini
"Modusnya dia (NS) menjual arisan dengan nominal misal Rp 1 juta nanti dapatnya (keuntungan) 10 persen sampai 20 persen dalam waktu singkat.Korban ada 84 orang," ujarnya di Mapolrestabes Surabaya, Senin (18/5).
Dea menambahkan, para korban tergiur karena iming-iming keuntungan yang dijanjikan. Selain itu korban juga merasa percaya karena terlapor NS satu profesi sama-sama biduan. "Sama-sama penyanyi kenal dari panggung ke panggung. Kenapa kita percaya dilihat dari kehidupannya atau sosial media glamour sekali. Gak nyangka kan mereka teman dekat. Kita mikir gak mungkin terjadi seperti ini," jelasnya.
Baca Juga: Grand Final Indonesian Idol XIV Makin Panas, Celyna Grace dan Niki Becker Berebut Gelar Juara
Para korban, lanjut Dea, rata-rata pernah dapat keuntungan. Namun oleh NS diputar lagi atau ditawarimembeli lagi. "Semisal hari ini saya cair, terus pencairan saya ini belum sempat cair mau beli lagi itu nggak boleh transfer sama dia, jadi langsung dipotong untuk pembelian arisan itu tadi," bebernya.
Para korban mulai merasa ada yang tidak beres pada Februari 2026. Pencairan dana mulai macet dan terduga pelaku sulit dihubungi. Untuk kerugian korban nilai bervariasi dan paling banyak Rp 195 juta. "Untuk kerugian keseluruhan sama untungnya Rp 2,2 miliar. Kalau pokoknya saja Rp 1,8 miliar," tegasnya.
Baca Juga: Gawat! Rupiah Kembali Terpuruk, Tembus Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah
Pihaknya menyebutkan belum lama ini saat ada pertemuan dari korban dan keluarganya NS, pihak keluarga menjanjikan dalam waktu dua minggu NS akan bertanggungjawab.
"Tapi nggak tau bertanggungjawab itu mau mencicil atau bayar lunas itu nggak tau. Tapi sebelum dua minggu, NS ini nggak ada. Hilang gak tau kemana nggak ada kabar," terangnya.
Baca Juga: Haji 2016: Banyak Jemaah Haji Kurang Istirahat, PPIH Surabaya Jadikan Evaluasi Utama 2027
Para korban berharap supaya pelaku NS segera ditangkap oleh pihak kepolisian. Sebab telah melakukan penipuan dengan korban sebanyak 84 orang.
"Korbannya dari berbagai kota. Ada di Surabaya, Sidoarjo, Lamongan Gresik, dan Mojokerto juga ada. Saya dan korban lainnya cuma mengharapkan supaya pelaku cepat tertangkap," tandasnya. (rus/gun)
Editor : Guntur Irianto