RADAR SURABAYA – Produk fesyen ramah lingkungan karya pelaku UMKM Surabaya kembali mencuri perhatian nasional. Kali ini, giliran Menteri Pekerjaan Umum (PU) yang tertarik dengan produk-produk milik Namira Ecoprint saat melakukan kunjungan bersama jajaran kementerian, Minggu (17/5/2026).
Owner Namira Ecoprint, Yayuk Eko Agustin, mengatakan ketertarikan tersebut tidak lepas dari konsep ecoprint yang mengedepankan penggunaan bahan alami dan ramah lingkungan. Menurutnya, isu lingkungan saat ini memang menjadi perhatian besar pemerintah pusat, termasuk di sektor industri kreatif dan fesyen.
“Beliau tertarik dengan produk-produk yang ramah lingkungan. Mungkin karena sekarang isu lingkungan juga menjadi perhatian pemerintah. Kondisi lingkungan sekarang kan memang sedang banyak persoalan, jadi mereka senang melihat ada produk yang peduli lingkungan seperti ecoprint ini,” kata Yayuk.
Baca Juga: Terungkap! Kondisi Johann Zarco Usai Crash Horor di MotoGP Catalunya 2026
Dalam kunjungan tersebut, Menteri PU disebut tertarik dengan berbagai produk fesyen berbahan ecoprint, mulai jaket hingga kain dengan motif daun alami. Bahkan, beberapa produk dengan desain full ecoprint menjadi perhatian khusus karena dinilai unik sekaligus memiliki nilai keberlanjutan lingkungan.
“Semua minta yang ada motif ecoprint-nya. Bahkan jaket yang full ecoprint juga menarik perhatian,” ujarnya.
Yayuk mengaku bangga karena ecoprint kini tidak hanya dipandang sebagai produk fesyen semata, tetapi juga bagian dari gerakan peduli lingkungan. Sebab, teknik ecoprint memanfaatkan pewarna alami dan motif daun asli tanpa bahan kimia berbahaya sehingga lebih ramah terhadap alam.
“Kalau ada tokoh nasional tertarik dengan ecoprint, berarti mereka sadar pentingnya menghargai lingkungan,” ungkapnya.
Ia menyebut, kunjungan pejabat negara ke Namira Ecoprint bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, sejumlah tokoh nasional hingga kementerian juga pernah datang untuk melihat langsung proses produksi ecoprint di Surabaya.
“Kalau kementerian, hampir semuanya sudah pernah ke sini. Yang terakhir Menteri Perdagangan, sekarang Menteri PU,” katanya.
Baca Juga: 88 Orang Tewas Akibat Wabah Ebola di Kongo, WHO Tetapkan Darurat Global
Tak hanya itu, produk Namira Ecoprint juga sempat masuk tahap kurasi nasional dalam ajang karya kreatif Indonesia. Yayuk mengungkapkan, produknya mendapat apresiasi khusus dari panelis karena dianggap memiliki karakter ecoprint yang berbeda dibanding produk dari daerah lain di Indonesia.
“Salah satu panelis bilang, keliling Indonesia baru menemukan ecoprint seperti ini,” tuturnya.
Baca Juga: Xabi Alonso Gabung Chelsea: Awal Revolusi atau Sekadar Harapan Baru?
Apresiasi tersebut membuat Namira Ecoprint optimistis mampu menembus pasar nasional lebih luas sekaligus membawa nama Surabaya sebagai kota kreatif yang mendukung produk ramah lingkungan.
Yayuk berharap, meningkatnya perhatian pemerintah terhadap isu lingkungan dapat menjadi momentum bagi UMKM berbasis eco-fashion untuk terus berkembang. Menurutnya, tren industri hijau ke depan akan semakin besar dan membuka peluang baru bagi pelaku usaha kreatif lokal.
Baca Juga: Jembatan Gantung Wouma Putus, 24 Warga Tewas Tenggelam di Sungai Uwe Wamena
“Harapan kami ecoprint ini bisa terus berkembang dan makin banyak masyarakat sadar bahwa produk ramah lingkungan itu penting,” pungkasnya. (dim/gun)
Editor : Guntur Irianto