RADAR SURABAYA -- Proses pengangkatan sampah di Kali Tebu, Surabaya, masih terus berlangsung. Hingga kemarin, setidaknya telah terangkut 2,4 ton sampah. Pihak pengelola juga telah memasang alat penahan sampah atau barakuda secara permanen.
Manajer Program Mozaik Amiruddin Muttaqin menjelaskan, pemasangan alat ini disertai jadwal penirisan rutin setiap dua hari sekali. Setelahnya akan dilakukan identifikasi jenis sampah untuk mengetahui asal muasal pencemaran.
“Setelah penirisan, kami lakukan brand audit untuk melacak sumber sampah plastik. Kegiatan ini dilaksanakan di TPS3R Kedung Cowek, Kecamatan Bulak,” ungkap Amiruddin, Minggu (17/5).
Program Mozaik sendiri merupakan inisiatif kolaboratif yang bertujuan memulihkan kondisi sungai melalui pemantauan sampah, edukasi lingkungan, hingga advokasi kebijakan.
Menurutnya, keberadaan alat barakuda ini berfungsi ganda, yaitu menahan aliran sampah sekaligus membantu memetakan sumber pencemaran sebelum mencapai laut.
“Dengan pemasangan barakuda, kami bisa memetakan sumber pencemaran serta menekan laju sampah plastik agar tidak terbawa ke laut,” tegasnya.
Baca Juga: Operasi Pencarian Korban Kapal PMI Ilegal yang Tenggelam Perairan Perak Malaysia Resmi Dihentikan
Amiruddin juga mengimbau masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran Kali Tebu agar menjaga kelestarian sungai dan tidak lagi membuang sampah sembarangan. Ia juga berharap pemerintah menyediakan fasilitas pengelolaan sampah yang memadai bagi warga.
“Masyarakat harus lebih menghargai sungai. Jangan perlakukan sungai sebagai tempat pembuangan sampah. Di sisi lain, pemerintah perlu menyediakan sarana tempat sampah yang layak dan memadai,” pungkasnya. (rmt)
Editor : Lambertus Hurek