RADAR SURABAYA - Salah satu rangkaian event Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733, yakni Surabaya Vaganza 2026 akan digelar malam ini, Sabtu (16/5).
Acara tahunan yang kali ini mengangkatan Festival of Lights: Garden of Hope ini akan menyajikan parade bunga yang dipadukan dengan pencahayaan artistik, kostum bercahaya, dan pertunjukan light show di sejumlah titik.
Acara tersebut akan mengambil rute mulai dari kawasan Tugu Pahlawan hingga berakhir di Monumen Bambu Runcing.
Baca Juga: Ribuan Lulusan SMK Jatim Tembus 13 Negara, Khofifah: Siap Bersaing di Industri Global
Tak hanya parade bunga dan mobil hias yang penuh cahaya, bakal ada pertunjukan cahaya dan spot-spot estetik yang bisa jadi pilihan titik untuk menyaksikan acara ini.
5 Spot Terbaik untuk Menyaksikan Surabaya Vaganza:
1. Jembatan Siola - Bakal ada light show yang memberi nuansa magical.
2. Jalan Tunjungan 39 - Ada Gobo projection light dengan visual-visual keren yang cocok buat foto estetik.
3. Gedung Asuransi Bintang - Video mapping bakal tampil di gedung ini dan dipastikan jadi salah satu spot paling ramai.
4. Balai Pemuda - Jadi panggung utama acara dengan berbagai penampilan dan pusat kemeriahan.
5. Air Mancur Simpang Balai Pemuda - Ada pertunjukan kembang api yang bakal membuat langit Surabaya cantik.
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya, Herry Purwadi mengatakan, tahun ini Surabaya Vaganza hadir dengan konsep yang berbeda dan lebih spektakuler dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Baca Juga: Surabaya Vaganza 2026: Siapkan 15 Titik Parkir Resmi, Ini Rekayasa Pengalihan Lalu Lintas
Parade akan dipenuhi mobil hias berbunga dengan sentuhan pencahayaan artistik, kostum bercahaya, hingga pertunjukan light show dan video mapping di sejumlah titik kota.
“Surabaya Vaganza tahun ini kami kemas lebih meriah dan modern. Tidak hanya parade mobil hias bunga, tetapi juga ada visualisasi lampu warna-warni, kostum bercahaya, hingga light show yang akan membuat suasana kota menjadi sangat spektakuler,” kata Herry.
Ia menjelaskan, Surabaya Vaganza menjadi salah satu ikon wisata malam unggulan yang dimiliki Kota Pahlawan.
Baca Juga: Viral! Video Detik-Detik Wisatawan Garut Tewas Terseret Ombak di Pantai Madasari
Bahkan, event tersebut telah masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) dan diposisikan sebagai atraksi urban tourism yang menampilkan wajah modern Surabaya melalui parade malam hari di ruang publik.
“Kalau banyak event lain mengangkat budaya tradisional atau wisata alam, Surabaya menghadirkan konsep wisata urban modern melalui parade cahaya dan pertunjukan malam hari. Ini menjadi diferensiasi sekaligus daya tarik tersendiri,” ujarnya.
Menurut Herry, konsep Festival of Lights juga membuat Surabaya Vaganza memiliki kekuatan visual yang sangat menarik bagi pengunjung maupun media sosial.
Seluruh elemen parade dirancang tematik dan instagramable sehingga menghadirkan pengalaman wisata malam yang atraktif dan fotogenik.
Baca Juga: Enam Gangster Diamankan Diduga Hendak Tawuran di Kapas Madya Surabaya
“Selling point utama tahun ini ada pada light performance, kendaraan hias bercahaya, kostum tematik, hingga tampilan visual di gedung-gedung sepanjang rute parade. Jadi sangat sinematik dan cocok menjadi destinasi wisata malam bersama keluarga maupun teman,” jelasnya.
Herry menambahkan, rute parade yang melintasi kawasan heritage dan pusat kota juga dirancang untuk memperkuat citra Surabaya sebagai destinasi wisata urban.
Dimulai dari Tugu Pahlawan hingga kawasan Jalan Tunjungan, masyarakat akan diajak menikmati perpaduan sejarah, budaya kota, dan atmosfer modern Surabaya di malam hari.
Baca Juga: Dianggap Kontroversial, Pemerintah Tegaskan Tak Pernah Larang Nobar Film Pesta Babi
“Rute ini bukan sekadar jalur parade, tetapi etalase kota yang menampilkan wajah terbaik Surabaya. Jadi kami mengajak seluruh masyarakat Surabaya maupun wisatawan luar daerah untuk hadir, menikmati, sekaligus meramaikan Surabaya Vaganza 2026,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengawasan dan Pengendalian (Kabid Wasdal) Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, M. Hanang Prasetyo Adi mengimbau masyarakat yang akan menyaksikan kemeriahan Surabaya Vaganza agar memanfaatkan kantong parkir resmi yang telah disediakan dan tidak memarkir kendaraan sembarangan.
“Kami mengajak masyarakat untuk menjadi warga yang tertib dengan memilih lokasi parkir resmi yang aman dan benar, sehingga tidak mengganggu kelancaran lalu lintas selama kegiatan berlangsung,” kata Hanang.
Baca Juga: MK Tolak Gugatan Syarat Pendidikan S2 untuk Caleg, Ini Pertimbangan Lengkapnya
Hanang menjelaskan, rute Surabaya Vaganza tahun ini lebih panjang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Parade akan dimulai dari Jalan Pahlawan, tepatnya di depan Bappeda Provinsi Jawa Timur, kemudian melintasi Jalan Tembaan, Jalan Pahlawan, kawasan Gemblongan, Siola, Jalan Tunjungan, depan Hotel Majapahit, Gedung Grahadi, Taman Apsari, Balai Pemuda, Jalan Panglima Sudirman, hingga berakhir di kawasan Monumen Bambu Runcing.
Untuk mendukung kenyamanan pengunjung, Dishub Surabaya menyiapkan 15 titik parkir resmi bagi kendaraan roda dua maupun roda empat.
Titik parkir tersebut berada di Halaman Tugu Pahlawan, Gedung Siola, parkir bawah Gedung Siola di Jalan Genteng Kali (depan masjid, Bank Mandiri, dan Resto Bima), Jalan Embong Malang sisi utara, Jalan Ketabang Kali sisi barat dan timur, Jalan Kenari.
Baca Juga: 300 Peserta Ikuti Kejurnas Kyokushin Karate di Surabaya
Kemudian Jalan Simpang Dukuh Hotel Inna Simpang, Jalan Yos Sudarso sisi Alun-Alun Surabaya, Jalan Embong Kenongo, Jalan Embong Wungu, Jalan Embong Trengguli, Basement Alun-Alun Surabaya, Pasar Tunjungan, Tunjungan Plaza, Gedung Bank Mandiri Jalan Pemuda, area timur Surabaya Plaza, Mall WTC, serta Mall BG Junction.
“Kawasan Siola menjadi salah satu lokasi parkir utama karena kapasitasnya cukup besar dan aksesnya mudah dijangkau masyarakat,” ujarnya.
Selain menyiapkan kantong parkir, Dishub Surabaya juga menerapkan rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas jalan yang dilintasi parade.
Arus kendaraan dari Jalan Bubutan dan Jalan Tembaan akan dialihkan menuju Jalan Indrapura dan Jalan Semut.
Baca Juga: Wajib Tahu! Ini Lokasi di Tanah Suci yang Terlarang Difoto, Melanggar Bisa Kena Denda Rp2 Miliar
Sementara arus dari Jalan Veteran menuju Jalan Pahlawan dialihkan melalui Jalan Kebon Rojo dan Jalan Semut.
Kemudian, kendaraan dari arah Blauran yang hendak menuju Jalan Praban akan ditutup sementara dan diarahkan lurus menuju Jalan Bubutan.
Arus lalu lintas dari Jalan Jagalan menuju Jalan Pasar Besar juga akan diarahkan melalui Jalan Peneleh dan Jalan Sulung. Sedangkan kendaraan dari Jalan Basuki Rahmat menuju Jalan Gubernur Suryo dialihkan ke Jalan Embong Malang.
Baca Juga: Ramalan Zodiak: Siap-siap! Saldo Rekening 5 Zodiak Ini Diprediksi Melonjak Sabtu, 16 Mei 2026
Untuk kendaraan dari Jalan Genteng Kali menuju kawasan Siola juga akan dialihkan melalui Jalan Undaan. Adapun arus kendaraan dari Jalan Pemuda yang melintasi Jalan Yos Sudarso maupun Jalan Panglima Sudirman akan menggunakan lajur kanan.
Hanang menyebutkan, penutupan jalan secara penuh akan dimulai pada Sabtu, 16 Mei 2026 sekitar pukul 12.00 WIB.
Karena itu, masyarakat diimbau untuk menghindari ruas jalan di sekitar rute parade dan menggunakan jalur alternatif agar perjalanan tetap lancar.
“Kalau masyarakat ingin menyaksikan parade, kendaraan sudah bisa diparkir mulai siang hari di titik-titik parkir resmi yang telah kami siapkan,” katanya. (dim/nur)
Editor : Nurista Purnamasari