Surabaya Sambut Bhikkhu Walk for Peace, Simbol Persaudaraan Lintas Agama Menjelang Waisak 2026
Dimas Mahendra• Jumat, 15 Mei 2026 | 13:52 WIB
rombongan Bhikkhu peserta Indonesia Walk for Peace 2026 saat disambut Pemkot Suabaya dan masyarakat lintas agama di Balai Kota Surabaya. (HUMAS PEMKOT SURABAYA)RADAR SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya menyambut hangat rombongan Bhikkhu peserta Indonesia Walk for Peace (IWPF) 2026 di Lobby Balai Kota Surabaya, Jumat (15/5). Kehadiran 57 bhikkhu dari Thailand, Malaysia, Laos, dan Indonesia menjadi simbol kuat persaudaraan lintas agama dan budaya di tengah keberagaman Indonesia, sekaligus bagian dari rangkaian menuju perayaan Waisak Nasional di Borobudur.
Pesan Perdamaian dari Pemkot Surabaya
Mewakili Wali Kota Surabaya, Dedik Irianto, Staf Ahli Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan, menegaskan bahwa perjalanan damai ini membawa pesan kemanusiaan yang penting.Baca Juga: Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Gedung PPJT RSUD Dr Soetomo Surabaya, Libatkan Labfor Polda Jatim“Atas nama Pemerintah Kota Surabaya dan seluruh warga, saya mengucapkan selamat datang kepada para Bhikkhu dan seluruh peserta perjalanan damai. Kehadiran saudara-saudara sekalian menjadi kehormatan sekaligus membawa pesan mulia tentang perdamaian, toleransi, dan kemanusiaan,” ujarnya.Dedik menambahkan, Surabaya sebagai kota yang dibangun dengan semangat gotong royong percaya bahwa perdamaian harus diwujudkan melalui tindakan nyata, termasuk menjaga persaudaraan antarumat beragama maupun antarbangsa.
Perjalanan Bhikkhu Menuju Borobudur
Ketua Panitia IWPF Jawa Timur, Irwan Pontoh, menjelaskan bahwa rombongan terdiri atas 57 bhikkhu, yakni 43 dari Thailand, 4 dari Malaysia, 3 dari Laos, dan 7 dari Indonesia. Baca Juga: Puluhan Bhikkhu Lintas Negara Jalan Kaki ke Candi Borobudur, Audiensi dengan Uskup Surabaya Mereka berjalan kaki dari kawasan Panjang Jiwo menuju Balai Kota Surabaya dengan waktu tempuh sekitar 1 jam 15 menit. “Kami cukup kagum, rute yang biasanya ditempuh dengan kendaraan pagi ini berhasil dilalui para bhikkhu dengan berjalan kaki penuh semangat,” ungkap Irwan.Rombongan telah tiba di Denpasar sejak 7 Mei 2026 dan akan melintasi 10 kabupaten/kota di Jawa Timur selama 11 hari sebelum menuju Yogyakarta dan Borobudur. Baca Juga: 23 Ribu Umat Buddha Bakal Padati Borobudur pada Perayaan Waisak 2026Mereka dijadwalkan tiba di Borobudur pada 28 Mei untuk mengikuti persiapan Waisak Nasional 2026.Irwan juga mengapresiasi sambutan hangat masyarakat sepanjang perjalanan. “Hal ini menjadi potret nyata keharmonisan dan persaudaraan masyarakat Indonesia, sekaligus sumber semangat bagi para bhikkhu dalam melanjutkan perjalanan damai menuju Waisak,” ujarnya.Ketua rombongan, Bhante Phanarin Sumetho dari Thailand, menegaskan bahwa Walk for Peace bertujuan membangun perdamaian antarumat beragama dan antarnegara di kawasan ASEAN.Baca Juga: Kebab Jumbo Viral di Surabaya, Andalkan Porsi Besar dan Harga Terjangkau“Harapannya, melalui kegiatan ini dapat terjalin persatuan, kasih sayang, dan persaudaraan sehingga dunia menjadi tempat yang lebih damai dan nyaman untuk ditinggali,” kata Bhante Phanarin.Ia menambahkan, perjalanan ini bukan untuk mencari keuntungan duniawi, melainkan menebarkan nilai kebajikan dan kepedulian. “Ketika manusia meninggal dunia, harta, jabatan, maupun kekayaan tidak dapat dibawa pergi. Yang tersisa hanyalah kebaikan dan jasa yang telah dilakukan selama hidup,” pungkasnya. (dim/nur) Editor : Nurista Purnamasari