RADAR SURABAYA -- Suasana long weekend di Kota Surabaya pada Jumat (15/5/2026) diawali dengan turunnya hujan ringan pada waktu subuh setelah hampir sepekan terakhir cuaca di Kota Pahlawan cenderung panas dan minim hujan.
Berdasarkan prakiraan cuaca, hujan ringan mulai terjadi sekitar pukul 06.00 WIB dan masih berpotensi berlangsung secara sporadis hingga malam hari. Meski intensitas hujan relatif ringan, masyarakat tetap diminta mewaspadai jalan licin terutama pada pagi dan malam hari saat aktivitas libur panjang meningkat.
Baca Juga: Dua Pemuda Bogor Dipatuk Ular Weling Saat Nongkrong, Satu Tewas dan Satu Kritis
Pada pukul 05.00 WIB, cuaca di Surabaya terpantau cerah berawan dengan suhu sekitar 27 derajat celsius. Memasuki pukul 06.00 WIB, hujan ringan mulai turun di sejumlah wilayah dengan kelembapan udara mencapai 94 persen.
Cuaca panas masih mendominasi pada siang hari. Suhu udara diperkirakan mencapai 33 derajat celsius mulai pukul 11.00 hingga 15.00 WIB. Tingkat suhu yang dirasakan bahkan dapat menyentuh 41 hingga 42 derajat celsius akibat tingginya kelembapan dan minimnya kecepatan angin.
Sepanjang pagi hingga sore hari, kondisi cuaca diperkirakan didominasi hujan ringan bersifat lokal disertai awan pecah dan cerah berawan. Kecepatan angin relatif rendah berkisar 2 hingga 11 kilometer per jam.
Baca Juga: Semen Padang vs Persebaya: Laga Mudah atau Jebakan Maut bagi Green Force?
Memasuki malam hari, potensi hujan meningkat. Pada pukul 20.00 WIB diperkirakan terjadi hujan ringan hingga sedang dengan intensitas lebih tinggi dibanding siang hari. Curah hujan tertinggi diprediksi terjadi sekitar pukul 22.00 WIB dengan kondisi langit mendung tebal.
Cuaca hujan masih berpotensi berlangsung hingga dini hari Sabtu (16/5/2026) dengan suhu udara berkisar 26 hingga 27 derajat celsius.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga mengingatkan adanya potensi banjir rob di wilayah pesisir Surabaya dan kawasan pantai utara Jawa Timur. Potensi pasang air laut ini dipicu fenomena bulan baru yang diperkirakan terjadi pada 17 Mei 2026.
Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan ketinggian pasang maksimum air laut sehingga masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan genangan, terutama pada akses pelabuhan, tambak, serta permukiman dekat pantai.
Masyarakat yang berwisata maupun beraktivitas di luar ruangan diimbau tetap membawa perlengkapan hujan serta menjaga kondisi tubuh karena cuaca panas dan lembap berpotensi menyebabkan kelelahan.(*)
Editor : Lambertus Hurek