Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Tiga Joki UTBK yang Ditangkap Polrestabes Surabaya Berstatus Dokter Aktif, Satu Warga Sidoarjo

M. Mahrus • Kamis, 14 Mei 2026 | 18:45 WIB
DITAHAN : Sebanyak 14 tersangka kasus sindikat joki UTBK di Surabaya diamankan di Mapolrestabes Surabaya belum lama ini.(MAHRUS/RADAR SURABAYA)
DITAHAN : Sebanyak 14 tersangka kasus sindikat joki UTBK di Surabaya diamankan di Mapolrestabes Surabaya belum lama ini.(MAHRUS/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA - Polisi terus mengembangkan kasus sindikat joki Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di Surabaya. Sejauh ini sebanyak 14 orang tersangka sudah ditahan. Menariknya, dari 14 orang tersebut tiga tersangka diantaranya dokter yang masih aktif. 

Mereka BPH, 39, dokter asal Pacitan, DP, 46, dokter asal Sidoarjo, dan MI, 32, dokter asal Sumenep. "Jumlah dokter tiga. Salah satu mereka paktik di salah satu Puskesmas di luar Surabaya. Dokter ini perannya makelar atau broker," ungkapnya, Kamis (14/5).

Lutfhie menambahkan, untuk tersangka tiga dokter tidak terkait dengan kampus. Ketiga tersangka dokter peran mencari calon pasien atau calon mahasiswa yang akan masuk perguruan tinggi.

Baca Juga: Gawat! Ratusan Ribu Anak Indonesia Terpapar Judi Online

"Berkaitan dengan joki saat ini sudah kita amankan sebanyak dua orang inisial N dan P. Hasil pengembamngan kita identiikasi dua joki lain," terangnya. 

Mantan Dirreskrimsus Polda Jatim ini menjelaskan, untuk tersangka joki N sudah enam kali menjadi joki ujian tes tulis. Selama menjadi joki N juga tidak mendapatkan bocoran soal.

Baca Juga: Kunjungi Asrama Haji Embarkasi Surabaya, Wamenhaj Dahnil Klaim Angka Kematian Jemaah Tahun Ini Turun Drastis

 "Dari enam kali itu lulus semua. Pengakuannya soal biasa-biasa, cukup waktu (saat mengerjakan). Dia tenang, tersangka N ini memang mahasiswa salah satu kampus dia bulan Oktober akan wisuda. Predikat cumlaude," bebernya.

Sementara untuk pengakuan aktor utama atau tersangka K (IKP) untuk yang diminati adalah fakultas Kedokteran. "Hasil keterangan tersangka K yang paling diminati untuk menggunakan joki sebagian besar adalah Fakultas Kedokteran. Kita hitung riilnya nanti akan kita rilis kalau jumlah fix. Ketika ditanya kenapa itu karena memang tesnya relatif lebih sulit. Seperti itu penjelasan tersangka," tuturnya.

Baca Juga: Website SPMB Surabaya 2026 Segera Diluncurkan, Jalur Prestasi SMP Kini Gunakan Tes Kemampuan Akademik

Diberitakan sebelumnya, Polrestabes Surabaya menetapkan dan menahan 14 orang tersangka sindikat joki ujian tulis berbasis komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) yang ditemukan saat pelaksanaan UTBK di Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Mereka NRS, 21, IKP, 41, PIF, 21, FP, 35, BPH, 29, DP, 46, MI, 31, RZ, 46, HER, 18, BH, 55, SP, 43, SA, 40, ITR, 38, dan CDR, 35, . 

Baca Juga: Pendaftaran Ditutup 25 Mei, Penyembelihan Hewan Kurban di RPH Surabaya Diserbu Warga

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Lutfhie Sulistiawan mengatakan, terungkapnya kasus joki UTBK bermula dari diselenggarakanya UTBK SNBT di gedung rektorat lantai 4 Unesa Lidah Wetan Surabaya, 21 April 2026 lalu.

Saat itu pelapor sebagai pengawas mencurigai salah satu peserta ujian bernama HER yang mencurigakan. Pelapor lalu melakukan pengecekan data administrasi berupa KTP, ijazah SMA dan kartu tanda peserta.

Baca Juga: Kasus Pembunuhan Satpam di Sukomanunggal Jaya Surabaya, Tersangka Sempat Buang Pisau ke Semak-Semak

Dari hasil pengecekan ditemukan bahwa terdapat ketidaksamaan antara foto ijazah dengan foto kartu tanda peserta atas nama HER. Atas kecurigaan tersebut peserta joki diamankan dan dilakukan interogasi oleh pengawas di ruangan sendiri setelah pengerjaan soal.

"Awalnya tersangka tetap tenang dan mengerjakan soal-soal bahkan waktunya relatif cepat. Nilainya juga cukup tinggi 700. Setelah pengerjaan soal selesai tersangka ditanya lebih dalam oleh pengawas mengenai identitas dan lain-lain," ungkapnya, Kamis (7/5).(rus/gun)

Editor : Guntur Irianto
#joki utbk #kriminal surabaya terbaru #ditangkap #dokter #polrestabes surabaya