RADAR SURABAYA — Antusiasme warga Surabaya menjalankan ibadah kurban secara praktis dan higienis terus meningkat menjelang Hari Raya Idul Adha 2026. PT RPH Surabaya Perseroda mencatat layanan pemotongan hewan kurban tahun ini mulai diserbu masyarakat, bahkan kuota hari pertama penyembelihan sudah penuh lebih awal.
Hingga Rabu (13/5) sore, sebanyak 130 ekor sapi telah terdaftar dalam layanan kurban amanah yang disediakan perusahaan daerah tersebut.
Direktur Utama RPH Surabaya Perseroda, Fajar A Isnugroho mengatakan, mayoritas masyarakat memilih layanan Prima atau potong-kemas-kirim yang dinilai lebih praktis.
Baca Juga: Dindik Jatim Dorong Sekolah Jadi Ekosistem Ketahanan Pangan lewat Program SIKAP
“Dari total 130 ekor sapi yang sudah terdaftar, sebanyak 104 ekor memilih layanan Prima, sedangkan 26 ekor lainnya menggunakan layanan Super atau lepas tulang,” kata Fajar.
Ia mengungkapkan, tingginya minat masyarakat membuat jadwal pemotongan pada hari pertama Idul Adha, yakni 27 Mei 2026, sudah penuh seluruhnya.
Baca Juga: Kasus Pembunuhan Satpam di Sukomanunggal Jaya Surabaya, Tersangka Sempat Buang Pisau ke Semak-Semak
“Saat ini yang masih tersedia itu untuk tanggal 28 siang, kemudian 29 dan 30 Mei,” ujarnya.
Tahun ini, RPH Surabaya menargetkan total pemotongan mencapai 250 ekor sapi. Pendaftaran sendiri akan ditutup pada 25 Mei 2026 atau lebih cepat apabila kapasitas telah terpenuhi.
Baca Juga: Iseng Bermain Borgol, Malah Kunci Hilang, Pemuda Asal Surabaya Ngadu ke Damkar
Tak hanya mengutamakan kecepatan layanan, RPH Surabaya juga menonjolkan standar penyembelihan syar’i dan kesejahteraan hewan selama proses kurban berlangsung.
Menurut Fajar, seluruh proses penyembelihan dilakukan oleh juru sembelih halal (Juleha) bersertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) agar proses pemotongan berlangsung cepat, tepat, dan tidak menyakiti hewan.
Baca Juga: Senyawa EGCG dari Teh Hijau Ampuh Lawan Jamur Penyakit, Ini Penjelasannya
“Kami sangat memperhatikan cara penyembelihan hewan agar tidak menyakiti hewan kurban. Semua dilakukan oleh juru sembelih halal yang sudah tersertifikasi dan berpengalaman,” jelasnya.
Selain penyembelihan, proses pencacahan hingga pengemasan daging juga dilakukan secara higienis menggunakan plastik food grade. Untuk layanan Prima, daging kurban langsung dikemas dan dikirim ke lokasi tujuan sesuai permintaan pemilik hewan kurban.
Baca Juga: Puluhan Bhikkhu Lintas Negara Jalan Kaki ke Candi Borobudur, Audiensi dengan Uskup Surabaya
Sementara layanan Super diperuntukkan bagi masjid atau yayasan yang masih ingin mendistribusikan daging secara mandiri.
Fajar menilai tren masyarakat menggunakan jasa rumah potong profesional terus meningkat karena dinilai lebih praktis, bersih, dan sesuai standar kesehatan.
“Insyaallah masyarakat tidak perlu ragu karena proses di RPH dilakukan secara syar’i, higienis, sehat, dan aman,” tegasnya.
Pihak RPH Surabaya pun mengimbau masyarakat segera melakukan pemesanan sebelum seluruh kuota pemotongan Iduladha 2026 habis terisi. (dim/gun)
Editor : Guntur Irianto