Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Kenal lewat Aplikasi Tantan, Perempuan Asal Jombang Jadi Korban Penipuan dan Penggelapan Motor di Surabaya

M. Mahrus • Kamis, 14 Mei 2026 | 10:58 WIB
DIRINGKUS: Tersangka FI ditangkap usai melakukan penipuan dan penggelapan motor milik kenalannya di aplikasi Tantan. (IST/RADAR SURABAYA)
DIRINGKUS: Tersangka FI ditangkap usai melakukan penipuan dan penggelapan motor milik kenalannya di aplikasi Tantan. (IST/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA - Hati-hati jika berkenalan lewat aplikasi pertemanan Tantan. HAS, 23, warga Wonosalam, Jombang, menjadi korban penipuan dan penggelapan sepeda motor. Teman pria yang dikenalnya membawa kabur motor korban saat bertemu.

Tersangka FI, 24, warga Pakis Wetan, Surabaya, berkenalan di aplikasi Tantan dan mengajak jalan-jalan. Tersangka lalu meminta korban untuk membeli obat di salah satu apotek. Tak lama kemudian tersangka kabur membawa motor korban.

Kanit Reskrim Polsek Wonokromo Iptu Wasito Adi mengatakan, korban dan tersangka berkenalan melalui aplikasi pertemanan sejak April 2026. Di dalam aplikasi pertemanan, tersangka memasang foto orang lain dengan nama Firman Syahputra.

Baca Juga: Segarnya Adem Sari Temani Pedasnya Rujak di Festival Rujak Uleg 2026

Awal Perkenalan di Aplikasi Tantan

Korban yang tertarik karena foto tersangka yang menurut korban menarik membuat komunikasi keduanya semakin intens. Puncaknya, pada 21 April 2026, korban dan tersangka sepakat bertemu di Kedundung, Mojokerto pukul 17.30.

Saat itu korban mengendarai motor dari Wonosalam ke Mojokerto untuk menjemput tersangka. Setelah bertemu, mereka melanjutkan perjalanan untuk jalan-jalan ke Surabaya. Motor korban saat itu dikendarai tersangka berboncengan dengan korban.

Baca Juga: Harga Emas Kamis 14 Mei 2026: Antam Turun, UBS dan Galeri24 Stabil

Modus Penipuan dan Penggelapan lewat Aplikasi Tantan

Sekitar pukul 20.00, tersangka dan korban tiba di Surabaya. Tepat saat melintas di Jalan Indragiri, tersangka mulai melakukan aksi jahatnya. "Tersangka berhenti di depan apotek. Dia menyuruh korban untuk membeli obat sakit perut, karena tersangka berdalih sakit perut," ucapnya, Kamis (14/5). 

Tanpa rasa curiga korban turun dari motor dan masuk apotek untuk membeli obat. Sedangkan tersangka tetap berada di luar di atas motor depan apotek. Namun, tak lama kemudian tersangka membawa kabur motor tanpa sepengetahuan korban. "Korban keluar apotek dan mendapati tersangka beserta motor sudah tidak ada," ungkapnya. 

Baca Juga: Dari Lepet ke Tanah Suci: Perjalanan Haji Ema Della di Usia 87 Tahun

Usai kejadian, korban sempat menghubungi tersangka namun sudah tidak bisa. Korban langsung melaporkan kasus penipuan ke Polsek Wonokromo. Setelah dilakukan serangkaian penyelidikan, pelaku berhasil ditangkap di rumahnya.

"Pengakuan baru sekali (melakukan penipuan dan penggelapan). Namun masih kami kembangkan," tegasnya. 

Baca Juga: Manchester City vs Crystal Palace 3-0: City Tempel Arsenal, Peluang Juara Masih Terbuka

Mantan Kanit Binmas Polsek Wonocolo ini menuturkan, tersangka merupakan residivis kasus narkoba. Sementara untuk motor Honda Scoopy korban telah dijual tersangka ke seseorang penadah di kawasan Kenjeran dan laku Rp 3 juta. "Namun jual putus. Kami masih melakukan pendalaman," tandasnya. (rus/gun)

Editor : Guntur Irianto
#kriminal surabaya terbaru #kasus penipuan penggelapan #teman kencan #aplikasi tantan #modus