Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapapun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
RADAR SURABAYA - Seorang pemuda ditemukan tewas di dalam rumah kontrakan Gayungan, Surabaya, Rabu (13/5) pagi. Korban HY, 19, warga Sukodono, Sidoarjo. Informasi yang dihimpun, mayat korban pertama kali ditemukan salah satu tetangga rumah kontrakan Rabu sekitar pukul 05.30.
Saat itu saksi mulanya membersihkan halaman depan dan gang depan rumah. Kemudian juga membersihkan gang depan rumah kontrakan korban. Tak lama kemudian, saksi melihat pintu rumah kontrakan korban dalam keadaan tidak terkunci atau terbuka sedikit.
Selain itu lampu teras juga masih menyala. Saksi melihat ke dalam rumah dan melihat korban dalam keadaan tergantung. Saksi lalu sempat memanggil-manggil korban. Namun, korban tak merespon. Saksi menangis dan memanggil anaknya. Kejadian tersebut langsung dilaporkan ke RT, RW dan Polsek Gayungan.
Baca Juga: Guru Ngaji Cabuli Santri di Surabaya, Ngaku Kalau Perempuan Takut Zina dan Hamil
Aggota Polsek Gayungan, Tim Inafis Polrestabes Surabaya lalu melakukan olah TKP di lokasi. Tak lama berselang orang tua korban juga tiba di lokasi. Usai dilakukan olah TKP dan identifikasi, mayat korban dievakuasi menggunakan ambulans ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim.
Kapolsek Gayungan AKP Edo Damara Yuda saat dikonfirmasi membenarkan korban diduga meninggal dunia di dalam rumah kontrakan. "Korban inisial HY, 19, tahun. Untuk motif dugaan sementara ekonomi," ujarnya, Rabu (13/5).
Baca Juga: Mimpi Buruk di Jeddah! Skor 1-3 vs Jepang, Timnas U-17 Indonesia Gagal ke Piala Dunia
Pihak kepolisian usai olah TKP membawa sejumlah barang bukti dan memasangi garis polisi di rumah kontrakan. Selain itu juga masih menggali keterangan saksi untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
Sementara salah satu warga menyebutkan korban HY masih terlihat berada di teras rumah kontrakan Selasa malam (12/5). Di rumah tersebut korban tinggal sendiri. Korban tinggal di lokasi kurang lebih tiga bulan.
Baca Juga: Mengenang Aksi Mei 1998: Tragedi Reformasi yang Mengubah Indonesia
"Kerja ojek online (ojol) kadang kerja proyek bersihkan kerak kapal. Belum berkeluarga," ucapnya. (rus/gun)
Editor : Guntur Irianto