RADAR SURAABAYA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Surabaya tengah menjadi sorotan setelah ratusan siswa dari 12 sekolah di kawasan Tembok Dukuh diduga mengalami keracunan.
Pemerintah Kota Surabaya langsung melakukan investigasi, memanggil pihak sekolah, dan menunggu hasil laboratorium untuk memastikan penyebab kejadian.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa menu MBG telah melalui pengecekan sebelum dibagikan.
Baca Juga: Haji 2026: Mengapa Jemaah Haji NTT dan Bali Lebih Pilih Embarkasi Surabaya? Ini Alasannya!
Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari aroma hingga rasa makanan. Namun, dua jam setelah dibagikan, muncul laporan siswa mengalami gejala keracunan.
Kepala Dinas Kesehatan Surabaya, dr Billy Daniel Messakh, menyampaikan bahwa lima siswa kini dirawat di RS Ibu dan Anak (RSIA) IBI Surabaya akibat muntah dan diare.
Tim medis melakukan observasi intensif, sementara puskesmas setempat sudah melakukan skrining kesehatan sejak awal kejadian.
Baca Juga: Keracunan MBG di Surabaya, Pemprov Jatim Tunggu Hasil Pengecekan Kadinkes
Proses Laboratorium
Sampel makanan MBG telah dikirim ke laboratorium Kementerian Kesehatan di Karang Menjangan.
Hasil uji diperkirakan keluar dalam lima hingga tujuh hari ke depan. Hingga saat ini, Pemkot belum bisa memastikan penyebab keracunan sebelum hasil resmi diterbitkan.
Pemkot Surabaya berkomitmen menindaklanjuti kasus ini sesuai prosedur. Eri menegaskan bahwa program MBG tetap dijalankan dengan pengawasan ketat, karena tujuan utamanya adalah memberikan gizi seimbang bagi siswa.
Namun, evaluasi menyeluruh akan dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang. (dim/nur)
Editor : Nurista Purnamasari